POJOKSATU.ID – Belakangan ini kasus pungutan liar (pungli) di SDN Ciledug Barat, Tangerang Selatan, Banten tengah ramai disorot pubik.

Seperti diketahui, Ira Hoeriah selaku Kepsek SDN Ciledug Barat diduga kuat melakukan aksi tindak pidana tersebut.

Yang mana, dirinya meminta iuran seragam sekolah seebsar Rp1,1 juta kepada salah satu orang tua siswa.

Baca Juga: KUMPULAN SOAL Bahasa Inggris Semester Ganjil Kelas 7 SMP, Buat Kamu Paham Teks, Dialog, dan Vocabulary!

Menyikapi hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangerang Selatan mendesak agar Kepsek SDN Ciledug Barat dicopot dari jabatannya.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik FPKS Kota Tangsel.

Dalam unggahannya, desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Tangerang Selatan, Riky Yuanda Bastian.

Baca Juga: Kabar Terbaru OTT Madina, KPK Sering Periksa Kirun dan Anaknya Telusuri Aliran Dana ke APH Pejabat

Di mana, hal tersebut disampaikan Riky usai berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangerang Selatan.

“Saya sudah bicara langsung dengan Pak Kadis. Dia bilang akan ada penindakan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Tangerang Selatan.

“Secara lisan disampaikan bahwa kepala sekolah bisa saja dicopot. Ini harus jadi shock therapy bagi kepala sekolah lain,” lanjutnya.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Tangsel soal Sanksi Kepsek SDN Ciledug Barat dalam Kasus Pungli: Disesuaikan Kesalahannya

Riky juga menilai bahwa pihak komite SDN Ciledug Barat kurang tanggap dalam menangani kasus tersebut.

Sebab, tidak adanya penindakan langsung usai Ira selaku kepsek diduga menyalahgunakan jabatan.

“Dewan Pendidikan harusnya aktif. Mereka ini mitra strategis dinas, semestinya peka dan responsif terhadap persoalan seperti ini,” jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Tangsel Sebut Kepsek SDN Ciledug Barat Pelaku Pungli Terancam Dicopot: Hukuman Paling Berat

Lebih lanjut, kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Yang mana, Benyamin menuturkan bahwa dirinya akan menindak tegas pelaku dengan hukuman yang paling berat.

“Saya mungkin nanti akan memberikan pertimbangan atau memberikan keputusan pada hukuman paling berat, karena hukum ini jadi contoh bagi yang lainnya,” terangnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov