POJOKSATU.id, Jakarta - Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menyatakan dukungan penuh lembaganya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada pangan nasional.

Dukungan ini terutama terkait program pembukaan sawah baru seluas 2 juta hektare yang diumumkan Presiden dalam Pidato Kenegaraan, 15 Agustus lalu.

“Swasembada pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. DPD RI mendukung penuh langkah Presiden membuka jutaan hektare sawah baru agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor,” tegas Tamsil, Rabu (20/8).

Menurut senator asal Sulawesi Selatan itu, program ini sejalan dengan Asta Cita yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan.

Namun ia mengingatkan, keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, melainkan juga kemudahan akses bagi petani.

“DPD RI akan mengawal agar petani di daerah mudah mendapatkan pupuk, benih, dan alat pertanian tanpa birokrasi rumit,” ujarnya.

Tamsil juga menyambut positif kebijakan pemerintah menaikkan harga beli gabah menjadi Rp6.500 per kilogram.

Ia menilai, langkah itu akan langsung berdampak pada kesejahteraan petani.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang seperti irigasi, jalan tani, hingga logistik distribusi hasil panen.

Lebih jauh, Tamsil menyoroti pentingnya pengawasan ketat agar tidak terjadi penimbunan, permainan harga, maupun praktik curang lain yang bisa merugikan masyarakat.

Ia menilai, pembukaan sawah baru di Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera akan menjadi momentum besar menuju kemandirian pangan.

Terlebih, stok beras nasional kini menembus lebih dari 4 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah.

“Cadangan beras nasional yang kini menembus 4 juta ton menjadi capaian historis. Ini bukti bahwa jika petani diberdayakan, negara akan kuat,” ungkap Tamsil.

Dengan penuh optimisme, Tamsil menutup pernyataannya bahwa sinergi pusat dan daerah akan menjadi kunci tercapainya target besar ini.

“Dengan kerja sama lintas lembaga, swasembada pangan bukan lagi mimpi, tapi kenyataan yang bisa kita wujudkan bersama,” pungkasnya.***