POJOKSATU.ID - Hujan deras yang mengguyur Kota Bima pada Sabtu malam (8 November 2025) meninggalkan tumpukan lumpur di ruas-ruas jalan utama.
Namun sebelum matahari benar-benar tinggi keesokan paginya, puluhan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) sudah turun ke lapangan.
Mereka bekerja bergantian, menyemprotkan air bertekanan tinggi, membersihkan lumpur, dan menyingkirkan sampah yang terbawa arus banjir.
Respons Cepat Pemerintah Kota
Kepala DLH Kota Bima, M. Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menurunkan seluruh armada pembersih begitu banjir surut sekitar pukul 05.00 WITA.
Baca Juga: Kampung Bahari Menuju Pembebasan Narkoba, Langkah Terstruktur untuk Wujudkan Wilayah Bebas P4GN
Sementara itu, tim Damkar menurunkan empat unit mobil tangki air untuk membantu penyemprotan lumpur yang menempel di aspal.
Langkah cepat dua instansi ini diapresiasi warga.
Banjir Melumpuhkan Aktivitas, Tapi Tidak Semangat
Banjir yang melanda Kota Bima terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan luapan air dari perbukitan di sebelah barat kota.
Baca Juga: Calon Guru Wajib Melek Literasi dan Numerasi, Bukan Hafalan Teori di PPG 2025
Air menggenangi permukiman warga di enam kelurahan, membuat sebagian besar aktivitas ekonomi lumpuh sementara.
Toko dan sekolah terpaksa ditutup, jalan utama sulit dilalui kendaraan.
Namun semangat warga dan aparat tidak ikut tenggelam. Begitu air mulai surut, mereka langsung bahu-membahu.
Warga membawa ember dan sekop, sementara petugas DLH mengoperasikan mesin penyedot lumpur portabel.
Suasana kerja sama itu memperlihatkan bagaimana kolaborasi pemerintah dan masyarakat bisa mempercepat pemulihan pascabanjir.
Koordinasi Lintas Instansi
Selain DLH dan Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut mendirikan posko darurat dan menyalurkan bantuan logistik.
Baca Juga: Prediksi Pencairan TPG TW 3 Gelombang Terakhir, Cair November atau Sekaligus Dirapel TW 4?
Petugas kesehatan juga dikerahkan untuk memastikan tidak ada wabah pascabanjir seperti diare atau infeksi kulit.
Sementara itu, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang sigap turun tangan.
Dalam keterangan resminya, ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas instansi menghadapi musim hujan yang diprediksi masih panjang.
Drainase Jadi Catatan
Meski pembersihan berlangsung cepat, beberapa titik masih tergenang akibat tersumbatnya drainase.
Baca Juga: Baru November, Sudah 9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK
Pemerintah daerah berjanji akan melakukan normalisasi sungai kecil dan parit di sepanjang Jalan Pahlawan hingga Kelurahan Monggonao.
DLH juga berencana menggelar operasi kebersihan massal pada pekan depan untuk mengangkut sedimen lumpur di saluran air.
Warga Mulai Kembali Beraktivitas
Menjelang sore, sebagian besar ruas jalan utama di Kota Bima sudah bisa dilalui.
Baca Juga: Kukar Tunda Pembayaran TPP PPPK, Fokus Pulihkan Stabilitas Keuangan Daerah
Warung dan toko kembali buka, anak-anak bermain di depan rumah, dan lalu lintas mulai ramai.
Meski masih menyisakan tumpukan lumpur di beberapa sudut, kota itu perlahan kembali hidup.
Gerak cepat DLH dan Damkar Bima bukan sekadar tindakan teknis, tapi simbol kesigapan pemerintah daerah menghadapi bencana.
Ketika air surut, yang tersisa bukan hanya lumpur tapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi dan kepedulian masih menjadi kekuatan utama di tengah tantangan alam.***




