POJOKSATU.ID - Ratusan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bireuen bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRK Bireuen, Selasa (13/1/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tudingan yang dinilai mencemarkan nama baik BPBD Bireuen.

Mereka mendesak anggota DPRK Bireuen untuk bertanggung jawab atas pernyataan yang menyebut adanya penggerebekan gudang BPBD, yang menurut para pengunjuk rasa tidak pernah terjadi.

Baca Juga: Perpres Prabowo Atur Pegawai SPPG Jadi PPPK, Benarkah Sopir hingga Pencuci Ompreng Ikut Diangkat?

Salah seorang orator aksi, Helmi Nanda, menegaskan bahwa narasi yang menyebut DPRK melakukan penggerebekan gudang BPBD merupakan informasi keliru.

Ia menyatakan, selama ini seluruh proses penyaluran bantuan telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada penimbunan barang. Tidak ada penggerebekan. Seluruh logistik yang masuk dan keluar dari BPBD tercatat dengan baik dan prosesnya berjalan lancar,” ujar Helmi, dikutip pojoksatu.id dari instagram @infobandaaceh.

Baca Juga: Kabar Gembira ASN, THR PNS dan PPPK 2026 Diprediksi Masuk Rekening Lebih Cepat

Dalam aksi tersebut, para demonstran secara khusus meminta dua anggota DPRK Bireuen dari Fraksi PKB, yakni Muhammad Arif dan Surya Dharma, untuk menemui mereka.

Kedua nama tersebut disebut sebagai pihak yang pertama kali melontarkan pernyataan seolah-olah BPBD Bireuen menimbun bantuan.

Massa aksi pun berulang kali menyampaikan tuntutan agar kedua anggota DPRK tersebut turun langsung dan memberikan klarifikasi.

Baca Juga: Nunuk Suryani Bocorkan Nasib TPG Triwulan 3 dan 4 Tahun 2025 yang Belum Dicairkan hingga Bulan Januari 2026, Simak Penjelasannya!

Namun hingga lebih dari satu jam aksi berlangsung di halaman kantor DPRK Bireuen, Muhammad Arif dan Surya Dharma tidak kunjung menemui para demonstran.

Di lokasi aksi, anggota DPRK Bireuen H. M. Amin alias Keuchik Min menyampaikan penjelasan kepada massa.

Ia mengungkapkan bahwa memang ada sejumlah anggota DPRK yang datang ke gudang BPBD, namun kedatangan tersebut hanya sebatas kunjungan untuk melihat kondisi barang.

Baca Juga: Tagar NoTaxforKnowledge harus Digaungkan, Pemerintah harus Lindungi Media dan Jurnalis

Menurut Keuchik Min, tidak pernah ada penggerebekan sebagaimana yang beredar di publik.

Ia menyayangkan munculnya pernyataan dari Wakil Ketua DPRK Bireuen Surya Dharma dan anggota DPRK Muhammad Arif yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Tidak ada penggerebekan. Yang ada hanya kunjungan biasa. Tidak ada persoalan di gudang itu, semuanya berjalan normal. Tapi kemudian muncul narasi yang justru bertolak belakang dengan kenyataan,” kata Keuchik Min.

Baca Juga: Penyebab TPG 100 Persen dalam THR dan Gaji ke 13 Tahun 2025 Terlambat Dicairkan!

Sejumlah anggota BPBD Bireuen juga menegaskan bahwa selama ini pengelolaan logistik bantuan dilakukan secara profesional.

Seluruh data barang masuk dan keluar dicatat dengan rapi, dan penyaluran bantuan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Mereka berharap polemik ini segera diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan tidak merusak kepercayaan publik terhadap lembaga penanggulangan bencana di Bireuen.***