POJOKSATU.ID – Kasus yang menyeret pelaku intimidasi SMA Gloria 2 Surabaya yakni Ivan Sugianto kembali menarik perhatian publik.
Bagaimana tidak, baru-baru ini Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ahmad Sahroni mengungkap fakta yang mengejutkan.
Yang mana, dirinya menuturkan bahwa Ivan Sugianto tidak ada hubungan khusus seperti bekingan terhadap para petinggi di Polrestabes Surabaya.
“Dia hanya sebagai jasa perbaikan Handphone (Hp), kalau petugas polisi itu hp-nya Rusak dia (Ivan) yang perbaiki,” ucap Ahmad Sahroni.
“Makanya ada foto yang beredar dia duduk di ruangan Polrestabes Surabaya,” lanjutnya yang dikutip Pojoksatu.id dari akun X milik @UmarSyadatHsb__.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Bantah Ivan Sugianto Pemilik Club Malam Valhalla: Dia Cuman Tukang Service Hp
Sahroni kembali menegaskan bahwa hubungan antara Ivan dengan para petinggi di Polrestabes Surabaya hanya sebatas penjual jasa biasa.
Tidak heran, banyaknya foto Ivan yang beredar luas memperlihatkan dirinya dengan para aparat yang sempat diduga sebagai bekingnya.
“Kamuflase cerita foto yang beredar. Gara-gara jasa dia perbaiki hp itulah dia mengenal segala aktivitas yang ada di dalamnya,” terangnya.
Usut punya usut, publik justru menilai pernyataan Sahroni hanya sebatas guyonan belaka terkait kebenaran sosok Ivan.
Sebab, banyak dugaan kuat bahwa Ivan memang pebisnis hingga pemilik Club Malam Valhalla di Surabaya.
Antara lain, rekening milik Ivan yang diblokir pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Baca Juga: Pererat Kebersamaan, Honda Stylo Club Indonesia Chapter Bogor Gelar Kopdar dan Night Ride
Yang mana, rekening tersebut disinyalir adanya transaksi judi online yang mengalir ke Club malam Valhalla.
“Terus kerjaan PPATK yg tracking duit dan akhirnya ngeblokir duitnya Ivan itu kerjanya berdasarkan issue aja, gitu? ketik @an15wn.
Tidak hanya itu, foto Ivan dengan petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga beredar luas yang memperlihatkan kedekatannya.
Sosok tersebut ialah Direktur Pembinaan Pendidikan (Dirbindik) Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, Kolonel Moh Sawi.
Tidak heran, banyak publik menduga bahwa ungkapan Sahroni tidak benar adanya bahwa Ivan hanya warga biasa.
“Sekelas anggota DPR membela orang persekusi siswa, ada apa? Gak masuk akal kalau gak ada udang dibalik peyek,” lanjut cuitan @YudhaAd14349168.
“Klo cuma tukang servis Hp Sahroni ga mungkin dia ujug - ujug nemuin pelaku ke Surabaya, apa kepentingannya?,” ketik @raden_diky161695. ***



