POJOKSATU.id, JAKARTA — Heni Novitasari, mantan istri Dahnil Anzar Simanjuntak, disebut bukan orang sembarangan. Dia merupakan putri dari seorang kiyai di Nahdlatul Ulama (NU).
Hasil pernikahan Heni Novitasari dengan Dahnil Anzar Simanjuntak dikarunia empat orang anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan.
Nama-nama anak Dahnil dan Heni disebut-sebut GA Revoluna Anzar, Khanzia M Anzar, Begawan R Anzar, dan E Prabowo.
Sebelumnya, diketahui Heni sempat ragu menikah dengan Dahnil.
Namun, setelah diyakinkan oleh ibunya, akhirnya Heni mantap untuk menerima pinangan dari Dahnil.
Baca Juga :
Partai NasDem Buka Peluang Koalisi dengan Gerindra dan PKB di Pilpres 2024, Demokrat dan PKS Ditinggal?
Dan setelah menjalani pernikahan belasan tahun, Dahnil dan Heni disebut cerai sekitar 3 tahun lalu atau 2019.
Hal tersebut diketahui dari informasi yang disampaikan langsung oleh Kuasa Hukum Dahnil Anzar Simanjuntak, Gufroni, Kamis (26/1).
Gufroni menyampaikan, bahwa status Dahnil Anzar adalah duda empat anak.
Pernyataan tersebut, kata Gufron juga sekaligus menegaskan bahwa Dahnil Anzar Simanjuntak Tidak berpoligami.
Berikut pernyataan Gufron yang disampaikan ke media massa.
"Assalamualaikum. Saya perlu meluruskan berita di tsb di atas yg tidak benar. sy selaku kuasa hukum Dahnil perlu sy sampaikan bhw beliau sudah berpisah sejak 3 tahun lalu dan Dahnil mengurus 4 anaknya sendiri. jadi beliau selama 3 tahun ini Duda dan menjadi orang Tua tunggal yang mengurus 4 anaknya sendiri. demikian."
Punya 4 Anak dengan Dahnil
Pernikahan Dahnil dengan Heni Novitasari selama bertahun-tahun dikarunia empat anak. Nama-nama anak Dahnil disebut GA Revoluna Anzar, Khanzia M Anzar, Begawan R Anzar, dan E Prabowo.
Sebelum akad nikah dengan istri barunya Dahnil yang bernama Muna Soraya Putri, ada momen haru saat putri Dahnil, Gadiza Aisyah Revoluna Anzar, menyampaikan keseharian Dahnil sebelum menikah.
Dia menceritakan saat sang ayah merawat empat anaknya, buah dari perkawinan terdahulu dengan Heni Novitasari.
Bahkan Dahnil disebut masih sering masuk ke kamar anak perempuan pertamanya ini untuk sekadar mengeceknya.
“Abi terkadang tidak sadar gadis kecilnya ini sudah beranjak dewasa," ujar Nuna, sapaan akrab Gadiza.
"Setiap pagi Abi selalu bersiap. Bangun paling awal, menghidangkan sarapan dan mengantarkan Khanza ke sekolah," ujarnya.
Dia juga bercerita bagaimana Dahnil mengisi kesendiriannya. Dahnil melakukan dengan banyak hal.
"Dengan membaca, diobati dengan berkumpul dengan temannya, diobati dengan doa-doa dalam sujud, ya. Sampai suatu saat Abi menemukan obat kesendiriannya. Dan disampaikan kepada kami obat kesendiriannya. Dan kami tahu obat ini bernama Tante Naya," ujarnya. (ikror/pojoksatu)




