POJOKSATU.id - Masyarakat Indonesia kini berada di momen penantian menjelang kepastian Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. 

Pemerintah dijadwalkan mengumumkan hasil sidang isbat Lebaran 2026 pada Kamis malam (19/3/2026).

Sidang isbat tersebut akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, dan menjadi rujukan resmi dalam penentuan 1 Syawal bagi umat Muslim di Tanah Air.

Baca Juga: Kehabisan Ongkos, Pemudik Asal Riau Dapat Bantuan Polres Karawang

Malam Penentuan yang Dinanti

Pengumuman resmi dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 19.25 WIB melalui konferensi pers yang juga disiarkan secara langsung di berbagai platform digital Kementerian Agama.

Sebelumnya, rangkaian sidang diawali dengan seminar posisi hilal pada sore hari, dilanjutkan sidang tertutup yang melibatkan para ahli dan perwakilan organisasi keagamaan.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Pegal Saat Mudik Jarak Jauh, Biar Perjalanan Tetap Nyaman

Momen ini menjadi titik krusial karena akan menentukan kapan umat Muslim merayakan Lebaran secara serentak atau tidak.

Publik Diajak Menunggu Keputusan Resmi

Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai rujukan bersama. 

Hal ini penting untuk menjaga keseragaman dan ketertiban dalam pelaksanaan ibadah.

Baca Juga: Arus Mudik Nagreg H-3 Tembus 67 Ribu Kendaraan, Bupati Bandung Tinjau Pos PAM Lembur Kaheman

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah merupakan hal yang wajar dalam tradisi keilmuan Islam.

Namun demikian, pemerintah tetap mengedepankan keputusan sidang isbat sebagai acuan nasional.

Potensi Perbedaan Tetap Terbuka

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Lebaran 2026 jatuh pada 20 Maret. Kepastian apakah akan sama atau berbeda dengan pemerintah masih menunggu hasil sidang malam ini.

Baca Juga: DLH Kota Bandung Larang Warga Buang Sampah ke TPS Saat Lebaran hingga H+2, 19 Fasilitas Pengolahan Tetap Beroperasi

Meski potensi perbedaan ada, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga sikap saling menghormati.

Lebih dari Sekadar Penentuan Tanggal

Sidang isbat bukan sekadar menentukan hari raya, tetapi juga menjadi simbol bagaimana negara dan umat menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan, tradisi, dan persatuan.

Di tengah dinamika yang ada, momen ini kembali mengingatkan pentingnya toleransi dalam menyikapi perbedaan.

Baca Juga: Posisi Hilal Capai 3 Derajat di Indonesia Barat, Namun Terkendala Jarak Elongasi

Apapun hasilnya nanti, keputusan malam ini akan menjadi acuan utama bagi sebagian besar umat Muslim di Indonesia dalam merayakan Idulfitri 2026. ***