POJOKSATU.ID - Suasana lalu lintas di pintu keluar Tol Bawen, Kabupaten Semarang, mendadak berubah mencekam pada Senin 17 November 2025 siang.
Sebuah truk melaju kencang dan diduga mengalami rem blong, menghantam kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah, lalu banting setir dan menabrak mobil lain dari arah berlawanan.
Total lima kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut.
Insiden terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Dua orang mengalami luka, tetapi dalam kondisi sadar.
Baca Juga: Selang Makan Pelaku Peledakan SMAN 72 Dilepas, Di Sisi Lain 10 Korban Bom Masih Dirawat Intensif
Korban diketahui adalah sopir mobil berpelat H 8790 DA, Sumadi (42), warga Bandungan, serta sopir Mitsubishi L300 H 8809 TA, Sigit Prasetyo, warga Demak.
“Ada dua orang yang mengalami luka, tapi dalam keadaan sadar,” ujar Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, dikutip dari Detik, Senin 17 November 2025.
Kecelakaan bermula ketika truk BL 8920 AK yang dikemudikan Utep Hidayat, warga Sumedang, melaju dari arah Ungaran menuju Salatiga.
Saat mendekati lampu merah Bawen, truk diduga kehilangan fungsi rem.
Baca Juga: Mulai Tahun 2025, TPG Guru Cair Empat Kali Setahun: Berikut Skema dan Jadwal Lengkapnya
“Saat sampai di traffic light Bawen, diduga remnya tidak berfungsi baik sehingga menabrak kendaraan yang berhenti karena lampu merah,” jelas AKP Lingga.
Truk tersebut langsung menghantam dua kendaraan yang sedang berhenti menunggu lampu hijau.
Yakni mobil H 8790 DA yang dikendarai Sumadi dan Mitsubishi L300 H 8809 TA dengan sopir Sigit.
Benturan keras membuat kedua kendaraan tersebut terseret beberapa meter.
Namun, kondisi semakin memburuk ketika sang sopir truk mencoba menghindari tabrakan lebih besar dengan membanting setir ke kanan.
Gerakan spontan itu membuat truk masuk ke jalur berlawanan dan menabrak dua kendaraan lain yang sedang melaju dari arah Salatiga menuju Ungaran.
Mobil yang tertabrak adalah Toyota Avanza berpelat H 1408 KO yang dikendarai Sukamto, warga Banyumanik.
Serta Hyundai AD 705 H yang dikemudikan Agus Purwanto (48), warga Salatiga.
Baca Juga: Penarikan Data Terbaru Info GTK : SKTP Gelombang Kedua Mulai Valid, Guru Diminta Cek Ulang Statusnya
“Karena jarak sudah dekat dan tidak bisa menghindar, sehingga terjadi laka lantas,” ujar Lingga.
Benturan dari arah berlawanan membuat kedua kendaraan tersebut mengalami kerusakan pada bagian depan. Beruntung, pengemudi tidak mengalami luka serius.
Lokasi kecelakaan yang berada di jalur nasional serta dekat pintu keluar tol membuat kemacetan tidak terhindarkan. Arus kendaraan dari dua arah tersendat hingga ratusan meter.
“Sempat terjadi kemacetan, tapi setelah kendaraan dievakuasi, lalu lintas kembali normal,” kata Lingga.
Baca Juga: Prabowo Distribusikan 173 Ribu Papan Interaktif Digital ke Sekolah
Petugas segera melakukan evakuasi dengan mengerahkan mobil derek, sementara tim Lantas melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Kasat Lantas Polres Semarang menyebut kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden di wilayah Bawen yang memang masuk kategori “zona merah” kecelakaan.
Selain Bawen, wilayah Tengaran dan Tuntang juga menjadi titik rawan.
“Melihat wilayah tersebut dilewati jalan nasional dengan arus lalu lintas yang ramai,” ujarnya.
Data Polres Semarang menunjukkan tingkat kecelakaan di daerah tersebut sangat tinggi.
Sejak Januari 2025 hingga menjelang Operasi Zebra Candi 2025, tercatat 552 kecelakaan dengan 100 korban meninggal dunia.
Kecelakaan akibat rem blong bukan pertama kali terjadi di kawasan ini. Polres Semarang kembali mengingatkan pengendara untuk rutin memeriksa kondisi kendaraan.
Terutama sopir truk dan kendaraan bermuatan berat yang melewati jalur menurun.
Lingga menegaskan pihaknya terus menggencarkan Operasi Zebra Candi 2025 untuk mencegah pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan fatalitas tinggi.
Hingga saat ini penyidik Lantas masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk dan saksi-saksi.
Pemeriksaan mendalam juga dilakukan terhadap kondisi rem dan kelayakan kendaraan untuk memastikan penyebab pasti insiden.
Warga setempat berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, mengingat lokasi ini menyala sebagai “titik bahaya” bagi pengendara setiap tahun.***




