POJOKSATU.ID- Prabowo Subianto, mungkin Menteri Pertahanan pertama di Indonesia yang banyak membeli sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi TNI, dari pesawat tempur, rudal, radar, ranpur, hingga kapal selam, untuk memperkuat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bayangkan, selama menjabat Menhan, Prabowo Subianto sudah menghabiskan anggaran kurang lebih 21 triliun.

Jumlah yang fantastis ini, dinilai merupakan belanja alat-alat pertahanan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Baca Juga: Fakta Canggih AI kini Ubah Kehidupan Manusia Setiap Hari, Nomor 12 Bikin Geleng-geleng

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Kementerian Pertahanan yang dipimpin Menteri Pertahanan Prabowo Subianto merupakan institusi yang paling banyak belanja barang hingga pertengahan tahun ini.

Dari total belanja barang semester I-2023 yang sebesar Rp 147,4 triliun atau tumbuh 2% dari periode yang sama tahun lalu Rp 144,6 triliun, Kementerian Pertahanan mengucurkan dana Rp 21,5 triliun untuk biaya pemeliharaan dan perawatan barang milik negara (BMN) di matra darat, laut, dan udara, serta alutsista maupun pelayanan kesehatan.

Akan tetapi, jika dikalkulasi sepanjang kepemimpinan Prabowo Subianto, periode 2020-2024 bisa menghabiskan anggaran untuk alutsista mencapai Rp 692,92 triliun atau hampir Rp 700 triliun.

Baca Juga: Fakta Canggih AI kini Ubah Kehidupan Manusia Setiap Hari, Nomor 12 Bikin Geleng-geleng

"Kalau kita lihat komponen yang dominan dari belanja barang adalah di Kemenhan Rp 21,5 triliun," kata Sri Mulyani.

1. Kapal perang fregat

Pada Juni 2021, Prabowo juga menandatangani kontrak kerja sama pembelian kapal perang fregat dari perusahaan pembuat kapal Italia, Fincantieri.

Melalui kesepakatan tersebut, Fincantieri akan menyuplai 6 fregat kelas FREMM atau European multi-purpose frigate dan 2 fregat bekas kelas Maestrale.

Baca Juga: Plh Walikota Bandung Minta Masyarakat Hindari Penumpukan Sampah

Namun biaya dalam pembelian kapal perang asal Italia ini belum dibeberkan ke publik berapa kocek yang harus dikeluarkan negara.

"Fincantieri akan menjadi kontraktor utama untuk keseluruhan program," demikian informasi dari laman Fincantieri.

2. Beli Pesawat Tempur Bekas dari Qatar

Pada 20 Juni 2023, Prabowo Subianto telah mengumumkan pihaknya telah membeli 12 unit Mirage 2000-5, pesawat tempur bekas Angkatan Udara Qatar.

Baca Juga: Mengantar Kepergian Maestro Gulat Dunia WWE, Selamat Jalan Bray Wyatt

Pembelian pesawat bekas guna untuk memenuhi kebutuhan pesawat tempur Indonesia.

Meski pesawat bekas, Kementerian Pertahanan menilai Mirage 2000-5 adalah pesawat tempur yang paling potensial.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku alasan pihaknya membeli pesawat tempur di Qatar karena banyak pesawat tempur yang dimiliki Indonesia kondisinya sudah tua dan harus diperbarui (refurbished).

Baca Juga: Setelah 16 Tahun, Justin Bieber Garap Album Baru Tanpa Campur Tangan Scooter Braun

Sementara di sisi lain, Indonesia juga sudah memesan pesawat jenis Dassault Rafale, tetapi proses kedatangannya cukup memakan waktu.

Tak tanggung-tanggung operasional 12 jet tempur yang dibeli Prabowo, negara harus merogoh kocek mencapai Rp 12 triliun.

"Kita harus bangun kekuatan pertahanan kita, deterrent kita, kekuatan penangkal," kata Prabowo, belum lama ini. 

Baca Juga: Tragedi Kecelakaan Jet Pribadi Tewaskan Prigozhin Pemimpin Grup Wagner Picu Reaksi Internasional

3. 24 unit pesawat tempur F-15EX

Belum lama ini Menhan Probowo Subianto kembali mengagetkan publik. Bagaimana tidak, selang beberapa bulan Prabowo kembali memborong 24 pesawat tempur super canggih.

Pesawat tempur dari Amerika Serikat (AS) diboyong capres terkuat ini ke Indonesia untuk memperkuat pertahanan Indonesia.

Kabar-kabarnya 24 pesawat tempur ini adalah pesawat tercanggih yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga: Merasakan Ketegangan Mayat Hidup: 7 Rekomendasi Film Zombie yang Wajib Ditonton, Nomor 4 Jadi Favorit

Pesawat ini memiliki beberapa keunggulan, salah satunya Kemampuan Muatan: F-15EX dapat membawa hingga 29.500 pound (sekitar 13.380 kilogram) muatan. Ini membuatnya mampu membawa lebih banyak senjata dibandingkan pesawat tempur generasi sebelumnya.

Kinerja Mesin yang Tinggi: Dilengkapi dengan mesin modern yang memberikan kecepatan dan kelincahan lebih kepada pesawat.

Dan struktur Pesawat yang Kuat: Didesain untuk memiliki umur layanan hingga 20.000 jam terbang, yang memberikannya keunggulan dalam hal daya tahan dan rentang operasional yang panjang. ***