POJOKSATU.ID - Laporan terkini yang dihimpun dari posko pusat Operasi Ketupat 2026 mencatat dinamika signifikan pada arus mudik tahun ini.
Berdasarkan data integrasi dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan Departemen Perhubungan hingga Kamis, 19 Maret 2026, volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju arah Timur (Trans Jawa) dan Barat (Sumatera) tercatat telah melampaui angka 1,2 juta unit.
Data ini menunjukkan adanya eskalasi volume lalu lintas sebesar 45% dibandingkan periode normal, yang memicu pemberlakuan rekayasa lalu lintas secara masif di berbagai titik krusial.
Sejalan dengan lonjakan volume kendaraan tersebut, upaya mitigasi risiko kecelakaan menunjukkan tren yang positif.
Berdasarkan Laporan Harian Korlantas Polri per tanggal 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 173 kejadian kecelakaan lalu lintas secara nasional.
Meski angka insiden tetap menjadi atensi utama, secara persentase terdapat penurunan tingkat kecelakaan yang sangat signifikan, yakni sebesar 40% jika dibandingkan dengan data pada periode mudik tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, merujuk pada data statistik fatalitas jalan raya yang dirilis oleh Posko Pusat Operasi Ketupat, dari total kejadian kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Kabar Pemerintah Tunda Keputusan Rekrutmen CPNS Tahun 2026, Karena Hal ini!
Dilaporkan terdapat 29 korban meninggal dunia, 70 korban luka berat, dan 505 korban luka ringan.
Penurunan angka fatalitas ini merupakan implikasi dari pengawasan ketat di titik-titik rawan kecelakaan (blackspot) serta meningkatnya kepatuhan pemudik terhadap imbauan keselamatan berkendara.
Pemerintah terus mengoptimalkan pemantauan digital guna memastikan stabilitas keamanan dan keselamatan selama masa perayaan Idul Fitri 1447 H.***




