POJOKSATU.ID - Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, membawa angin segar bagi para peternak sapi perah.
Keuntungan yang mereka peroleh dilaporkan meningkat signifikan seiring dengan permintaan susu yang tinggi untuk mendukung program tersebut.
Selain itu, program ini juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar peternakan.
Kemitraan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Cimahi dengan Koperasi Jagri menjadi jembatan penghubung antara peternak dan program MBG.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Massal Hantui Makan Bergizi Gratis di Berbagai Pelosok Negeri
Salah satu peternakan yang merasakan dampak positif ini adalah Nusa Dairy Indonesia di Jatinangor.
Menurut Manajer Peternakan Nusa Dairy Indonesia, Sandi Andriana, terjadi lonjakan keuntungan yang cukup besar setelah mereka menjadi pemasok susu untuk program MBG.
Harga jual susu yang sebelumnya berkisar Rp7.000 per liter, naik menjadi Rp10.000 per liter setelah adanya program ini.
SPPG Kota Cimahi sendiri melayani sekitar 3.500 siswa dan membutuhkan 370 liter susu sebanyak tiga kali dalam seminggu.
Baca Juga: Update TPG: SKTPG Januari Juni 2025 Terbit Tak Kunjung Cair, Berikut Link Pengecekan
Saat ini, peternakan yang bekerja sama dengan Koperasi Jagri baru mampu menghasilkan sekitar 150 liter susu per hari.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan produksi.
Nusa Dairy Indonesia berencana menambah populasi sapi sesuai dengan kapasitas kandang yang ada.
Langkah ini diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan susu yang berkelanjutan bagi program MBG, tetapi juga menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
Sandi Andriana juga menekankan bahwa kolaborasi antara SPPG dan koperasi dalam menyerap hasil peternakan lokal untuk program MBG memberikan dampak positif bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya.
Dengan berkembangnya UMKM, kebutuhan akan tenaga kerja pun meningkat, sehingga memberikan pekerjaan bagi masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai petani serabutan.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Dedek Prayudi, yang sempat mengunjungi peternakan Nusa Dairy, menyatakan bahwa Program MBG terbukti mewujudkan konsep ekonomi sirkuler.
Program ini memberdayakan UMKM masyarakat dengan menciptakan permintaan yang stabil untuk produk lokal.
Baca Juga: SKTP Sudah Terbit 2 Minggu Lalu Tapi Tunjangan Belum Cair? Kabar Baik, Pencairan Dimulai Minggu Ini!
Dana besar yang dialokasikan untuk program ini, yang sebagian besar digunakan untuk membeli bahan baku dari UMKM di sekitar SPPG, menghidupkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari peternak, petani, hingga penjual pakan.
Koperasi berperan penting sebagai offtaker pertama, menghilangkan peran tengkulak dan memastikan keuntungan yang adil bagi para produsen lokal.
Program MBG diharapkan dapat terus mendorong ekonomi sirkuler secara berkelanjutan dengan memberdayakan masyarakat dan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang selama ini mungkin belum termanfaatkan secara optimal.***




