POJOKSATU.ID - PDI Perjuangan batal umumkan Anies Baswedan sebagai bakal calon Gubernur Jakarta pada Senin, 26 Agustus 2024 kemarin.

Bahkan, kans Anies nyaris pupus setelah Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat akui ada aspirasi dari akar rumput yang menginginkan Pramono Anung maju Pilkada Jakarta.

Namun demikian, Djarot menegaskan bahwa soal kepastian siapa yang akan diusung di Pilgub Jakarta merupakan wewenang Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Di tempat lain, muncul nama kandidat Tina Toon, anggota DPRD Jakarta yang baru saja dilantik dan merupakan kader PDI Perjuangan dalam bursa calon Gubernur Jakarta.

Baca Juga: The Gaun By Maya Penuhi Kebutuhan Pengantin Dari Konsep Modern Hingga Tradisional

Munculnya nama Tina Toon tersebut merupakan aspirasi dari salah satu pegiat media sosial X bernama @JhonSitorus_18 yang menganggap Tina memiliki rekam jejak yang baik.

Menurutnya, PDIP bisa mempertimbangan Tina dan nama lainnya seperti Ima Mahdiah ketimbang Pramono Agung.

“Dari pada Pramono Anung, kenapa PDI Perjuangan ga kepikiran soal dua sosok ini?Ada mbak Ima Mahdiah @imadya dan Tina Toon yang rekam jejaknya cukup bagus selama menjadi anggota DPRD DKI Jakarta,” tulisnya pada Selasa, 27 Agustus 2024.

Ia menambahkan bahwa dua perempuan tersebut merupakan sosok yang selalu responsif, vokal, dan gerak cepat menangani aduan warga.

Bak gayung bersambut, dukungan terhadap dua perempuan itu juga datang dari pegiat media sosialnya, yakni @Rizmaya.

Baca Juga: Megawati Pilih Pramono-Rano Karno Maju Pilgub Jakarta dari PDIP, Harapan Anies Kandas

Secara blak-blakan, ia menilai bahwa dua kader muda PDI Perjuangan tersebut lebih potensial jika diusung di Pilkada Jakarta 2024.

“Jejak Pendidikan dan Karir juga Dunia Politik Tidak Diragukan Lagi. Tina Toon dan @imadya dalam Aksinya Turun Langsung Dipuji Warga. Muda Asli Jakarta, Muda Mau Kerja,” tukasnya.

Sementara itu, Denny Siregar, pegiat media sosial sekaligus produser Indonesia memiliki pandangan lain soal Pramono Anung.

Ia menilai PDIP melakukan bunuh diri apabila mengusung Pramono sebagai calon gubernur, pasalnya nama Pramono tak begitu dikenal oleh masyarakat Jakarta.

“Pak bu @PDI_Perjuangan kalau ngajukan pak Pram, itu sama aja bunuh diri. Mending gak usah bertarung aja sekalian. Udah pasti mati. Mohon maaf, saya kenal sama pak Pram.

Tapi untuk ini saya tidak mendukungnya..Pak Pram ga dikenal namanya oleh orang Jakarta. Itu fakta,” jelasnya. ***