POJOKSATU.id — Sebagian besar daerah di Indonesia diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November 2026.
Setelah musim hujan dimulai, masyarakat juga perlu mengetahui kapan periode dengan curah hujan tertinggi diperkirakan berlangsung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mencapai puncak musim hujan dalam rentang Desember 2026 hingga Februari 2027.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa waktu antara awal musim hujan dan puncak musim hujan pada umumnya tidak terpaut terlalu lama.
Baca Juga: Mengenal Kategori Ancaman Tsunami BMKG yang Sempat Melingkupi Pesisir NTT dan Sulsel
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap peningkatan intensitas hujan perlu dilakukan sejak awal, mengingat hujan deras dapat menimbulkan sejumlah bencana hidrometeorologi.
“Perlu kita waspadai bersama lonjakan musim hujan dan curah hujan yang terjadi pada musim hujan tahun ini, karena bisa menyebabkan dampak turunan seperti banjir dan longsor,” ujar Ardhasena.
Selain ancaman saat musim hujan, BMKG meminta masyarakat tidak mengabaikan risiko kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih dapat terjadi, terutama pada September dan Oktober.
Persiapan menghadapi datangnya musim hujan pun perlu dilakukan sebelum intensitas hujan meningkat.
Langkah yang dapat dilakukan di antaranya memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik serta menyiapkan prosedur evakuasi apabila terjadi banjir atau longsor.
Baca Juga: Merambat Ratusan Kilometer, BMKG Duga Erupsi Gunung Anak Krakatau Terkait Suara Dentuman Bandung
Menurut Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, sejumlah daerah mempunyai catatan kerawanan bencana yang perlu menjadi perhatian lebih selama periode musim hujan.
Daerah tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, serta sejumlah wilayah di Maluku.
“Periode musim hujan ini pendek, tetapi curah hujan umumnya lebih besar dan normal. Nah ini yang perlu diwaspadai, jadi nanti bisa saja hujan jatuh secara intens di bulan-bulan tersebut,” kata Andri.
Puncak musim hujan tahun ini tidak akan berlangsung bersamaan di seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan prakiraan BMKG, periode tersebut terbagi dalam tiga bulan, yakni Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.
Pada Desember 2026, terdapat 155 Zona Musim (ZOM) yang diprediksi memasuki puncak musim hujan.
Wilayah tersebut setara dengan sekitar 39,64 persen dari keseluruhan luas daratan Indonesia.
Baca Juga: Bukan Gempa atau Petir! BMKG Bongkar Fakta Dentuman Misterius yang Bikin Geger Bandung Raya!
Daerah yang diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Desember mencakup sebagian Sumatera dan sebagian besar Kalimantan.
Selain itu, wilayah Sulawesi Utara, pesisir selatan Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, serta sebagian kecil Maluku juga masuk dalam prakiraan tersebut.
Puncak musim hujan pada bulan yang sama juga diperkirakan terjadi di bagian barat Papua Barat Daya, sebagian kecil Papua Barat, Papua bagian utara, Papua Tengah bagian timur, serta Papua Selatan bagian barat.
Memasuki Januari 2027, sebanyak 162 ZOM diprediksi mengalami puncak musim hujan.
Luas wilayah yang tercakup mencapai sekitar 25,68 persen dari total daratan Indonesia.
Wilayah yang diprakirakan mencapai puncak pada Januari meliputi Riau bagian selatan, Kepulauan Riau bagian tengah, sebagian kecil Jambi, Bengkulu bagian utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan bagian barat, dan Lampung bagian utara.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Apakah Bisa Picu Tsunami? Ini Penjelasan BMKG
Sejumlah wilayah lainnya juga termasuk dalam prakiraan Januari, yakni sebagian Jawa, Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, dan sebagian Kalimantan Selatan.
Selain itu, sebagian wilayah Sulawesi, sebagian kecil Maluku Utara, Maluku bagian barat, serta sebagian Pulau Papua juga diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027.
Selanjutnya, puncak musim hujan pada Februari 2027 diperkirakan terjadi di 190 ZOM dengan cakupan sekitar 16,79 persen luas daratan Indonesia.
Wilayah yang diprediksi memasuki puncak musim hujan pada Februari mencakup Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, dan sebagian besar NTT.
Prakiraan tersebut juga mencakup Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian wilayah Maluku, serta sebagian besar Pulau Papua.
Masyarakat di masing-masing daerah disarankan terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Baca Juga: Diduga Meteor, tapi BMKG Belum Bisa Pastikan: Dentuman dan Kilatan Cahaya Gegerkan Gorontalo
Informasi tersebut penting terutama saat wilayah memasuki periode yang diprediksi menjadi puncak musim hujan.
Upaya mitigasi juga sebaiknya dilakukan sebelum hujan deras terjadi.
Daerah yang memiliki sejarah banjir maupun longsor perlu meningkatkan kesiapan untuk menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi selama periode puncak musim hujan.***




