POJOKSATU.id, Kota Bandung - Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menghadiri Anugerah Keterbukaan Informasi Publik di Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (14/11/2024).

Dalam sambutannya, Bey menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari keterbukaan informasi publik,” kata Bey.

Ia juga mengingatkan agar keterbukaan informasi tidak hanya berupa data atau angka, tetapi sebagai wujud nyata kebijakan pemerintah yang menjawab pertanyaan dan kebutuhan masyarakat.

Bey menegaskan bahwa semua instansi dan badan publik wajib membuka informasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Keterbukaan informasi publik sudah seharusnya menjadi standar bagi setiap badan publik," ujarnya.

Ia juga berharap bahwa penghargaan diberikan hanya kepada badan yang benar-benar terbaik dalam keterbukaan informasi, sebagai dorongan bagi yang lainnya untuk meningkatkan kinerja.

“Jika terlalu banyak instansi yang mendapat penghargaan, maka penghargaan itu sendiri bisa kehilangan maknanya. Berikan kepada yang terbaik di antara yang terbaik,” imbuhnya.

Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, sejalan dengan pandangan Bey, mengusulkan agar penghargaan diprioritaskan untuk lembaga-lembaga yang benar-benar unggul dalam keterbukaan informasi.

"Saran Pak Pj Gubernur ini perlu dicatat untuk ke depan, agar penghargaan dapat memacu lembaga lain menjadi lebih informatif,” ucap Buky.

Dalam kesempatan tersebut, Provinsi Jawa Barat juga meraih peringkat teratas pada Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) dengan nilai 85,22 persen, melampaui nilai nasional sebesar 75,65 persen.

Hasil ini mencerminkan peningkatan kepatuhan badan publik di Jawa Barat terhadap UU Keterbukaan Informasi Publik, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Komisi Informasi Jabar.

Keterbukaan informasi publik, menurut Bey, adalah fondasi untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih akuntabel, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***