POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji bagi jamaah Indonesia.
Salah satu langkah konkret yang tengah dikebut pemerintah adalah pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, yang ditargetkan mulai memiliki 1.000 kamar dalam beberapa bulan ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Bocoran Awal Rekrutmen BUMN 2026, Formasi Ini Diprediksi Paling Diburu Pelamar
Di hadapan puluhan ribu jamaah dan para ulama, Prabowo menekankan bahwa negara hadir untuk menjamin kenyamanan dan kelayakan hunian jamaah haji Indonesia.
“Insya Allah dalam tiga tahun kita sudah punya Kampung Haji yang bagus. Tapi beberapa bulan lagi kita sudah punya sekitar seribu kamar, dan ini akan terus kita bangun,” ujar Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari youtube sekretariat presiden.
Menurut Prabowo, pembangunan Kampung Haji menjadi terobosan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
Baca Juga: Banyak Incaran Fresh Graduate, Ini Posisi BUMN dengan Gaji Rp3–9 Juta
Dengan memiliki fasilitas sendiri di Tanah Suci, pemerintah dapat mengendalikan kualitas layanan sekaligus menekan biaya yang selama ini menjadi beban jamaah.
Presiden juga mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mendapatkan izin langsung dari Kerajaan Arab Saudi untuk memiliki lahan di Kota Suci Makkah.
Lahan tersebut akan digunakan khusus sebagai kawasan Kampung Haji bagi jamaah asal Indonesia.
Baca Juga: Pencari Kerja Wajib Tahu! KarirHub Satukan Hired Today, Redy, Glints, dan TapLoker
“Ini kehormatan besar bagi bangsa kita. Lahan ini akan kita manfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan jamaah haji dan umrah Indonesia,” tegas Prabowo.
Ia menjelaskan, Kampung Haji dirancang sebagai kawasan terpadu yang tidak hanya menyediakan tempat menginap, tetapi juga fasilitas pendukung ibadah dan pelayanan jamaah.
Dengan konsep tersebut, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan khusyuk.
Prabowo menegaskan, pemerintah tidak ingin lagi mendengar keluhan jamaah terkait kondisi penginapan yang jauh, sempit, atau tidak layak.
Menurutnya, pelayanan terbaik merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada rakyatnya.
“Semua jamaah harus mendapatkan hunian yang layak, tempat yang baik, dan pelayanan yang manusiawi,” kata Prabowo.
Pembangunan Kampung Haji juga diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi penyelenggaraan haji Indonesia, mengingat jumlah jamaah yang terus meningkat setiap tahun.
Dengan fasilitas milik sendiri, Indonesia dinilai akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam pengelolaan haji di Tanah Suci.
Baca Juga: Efek Tol Indrapura–Kisaran Mulai Terasa, Biaya Logistik Sumatera Utara Ditekan Signifikan
Pernyataan Prabowo tersebut disambut positif oleh para ulama dan warga Nahdliyin yang hadir.
Banyak pihak menilai langkah ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melakukan reformasi pelayanan haji secara menyeluruh.
Dengan target pembangunan yang jelas dan progres bertahap, Kampung Haji Indonesia di Makkah diharapkan menjadi simbol peningkatan martabat pelayanan haji sekaligus kebanggaan nasional di Tanah Suci.***




