POJOKSATU.ID - Pernahkah Anda menerima SMS, WhatsApp, atau telepon yang mencurigakan?

Seseorang yang mengaku dari bank atau pihak tertentu meminta Anda mengakses tautan atau memberikan data pribadi? 

Bahkan, mereka mungkin meminta Anda menginstal aplikasi yang tidak dikenal? 

Jika ya, Anda perlu berhati-hati! Ini bisa jadi adalah modus penipuan yang disebut Social Engineering.

Baca Juga: Buntut Polisi Peras WNI Saat Konser DWP, 3 Anggota Dipecat Tidak Hormat, Sementara 33 Lainnya di Sanksi Demos

Apa itu Social Engineering?

Social Engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mendapatkan informasi pribadi atau sensitif dari korban. 

Pelaku memanfaatkan berbagai cara untuk mempengaruhi korban agar tanpa sadar memberikan informasi penting, seperti nomor dan masa berlaku kartu debit/kredit, PIN, password, hingga kode OTP.

Baca Juga: Tahun 2025 Mulai Penerapan Ijazah Elektronik, Cetak Mandiri Minimalisir Pemalsuan

Jenis-jenis Modus Social Engineering yang Perlu Diwaspadai:

Phishing: Pelaku mengirimkan email atau pesan teks palsu yang menyerupai pesan dari lembaga terpercaya, seperti bank atau perusahaan. 

Pesan ini biasanya berisi tautan palsu yang mengarah ke situs web palsu. 

Di situs web palsu tersebut, korban akan diminta untuk memasukkan informasi pribadi mereka.

Smishing: Hampir sama dengan phishing, tetapi pelaku menggunakan SMS atau pesan teks alih-alih email.

Vishing: Pelaku menghubungi korban melalui telepon dan berpura-pura menjadi seseorang yang dapat dipercaya, seperti petugas bank atau perwakilan perusahaan. 

Pelaku kemudian akan mencoba untuk mendapatkan informasi pribadi korban.

Baiting: Pelaku menawarkan sesuatu yang menarik, seperti hadiah atau diskon, untuk memancing korban agar memberikan informasi pribadi mereka.

Pretexting: Pelaku membuat skenario palsu untuk mendapatkan kepercayaan korban. 

Misalnya, pelaku berpura-pura menjadi teman atau anggota keluarga yang sedang dalam kesulitan.

Baca Juga: Sesalkan Minji dkk Umumkan Pakai Nama Baru NJZ, ADOR Ingatkan Proses Hukum Kisruh Keabsahan Kontrak Eksklusif Belum Tuntas

Tips Menghindari Social Engineering:

Jangan pernah memberikan informasi pribadi Anda kepada siapa pun yang tidak Anda kenal atau percayai.

Bank atau lembaga resmi lainnya tidak akan pernah meminta informasi pribadi Anda melalui telepon, SMS, atau email.

Jangan mengklik tautan atau membuka lampiran dari sumber yang tidak dikenal. 

Tautan atau lampiran tersebut bisa jadi berisi malware atau mengarah ke situs web palsu.

Selalu verifikasi identitas orang yang menghubungi Anda. 

Jika Anda menerima telepon atau pesan yang mencurigakan, jangan ragu untuk menghubungi lembaga terkait untuk memverifikasi identitas mereka.

Gunakan password yang kuat dan unik untuk setiap akun Anda. 

Jangan menggunakan password yang sama untuk semua akun Anda.

Aktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) jika tersedia. Fitur ini akan memberikan lapisan keamanan tambahan untuk akun Anda.

Instal perangkat lunak antivirus dan anti-malware di perangkat Anda. 

Perangkat lunak ini akan membantu melindungi Anda dari malware dan serangan siber lainnya.

Selalu waspada dan berhati-hati. Jika ada sesuatu yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin saja itu adalah penipuan.

Jika Anda menjadi korban atau mencurigai adanya upaya Social Engineering, segera laporkan ke pihak berwenang atau lembaga terkait. 

Anda juga dapat melaporkannya ke bank atau perusahaan yang mungkin terkait dengan upaya penipuan tersebut.***