Aryanto Misel Ternyata juga Ciptakan Bom Pemadam Api dari Kulit Singkong, Pembelinya dari Luar Negeri
POJOKSATU.id - Aryanto Misel dan teknologi temuannya yang diberi nama Nikuba masih terus jadi perbincangan publik.
Nikuba sendiri merupakan singkatan dari Niku Banyu alias Itu Air dalam bahasa Indonesia.
Teknologi tersebut merupakan sebuah reaktor hidrogen yang bisa mengubah air menjadi hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.
Ciptaan Aryanto Misel itu bahkan sudah diterapkan pada sejumlah kendaraan operasional Kodam III Siliwangi Cirebon.
Namun ternyata, Nikuba bukan satu-satunya temuaan dan inovasi pria yang tak pernah mengenyam pendidikan tinggi itu.
Jauh sebelum Nikuba ramai dan viral di media sosial, Aryanto ternyata sudah memiliki temuan lain.
BACA JUGA: Profil Aryanto Misel Penemu Nikuba, cuma Lulusan SMP Pernah jadi Penyemir Sepatu dan Jualan Koran di Jakarta
Pada 2022 lalu, pria yang berdomisili di Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon ini pernah mengungkap ke publik teknologi bom pemada api ciptaannya.
Yang cukup mengejutkan adalah bom pemadam api itu berbahan kulit singkong.
Dikutip pojoksatu.id dari Radar Cirebon, kulit singkong tersebut dicuci dan dijemur kemudian digiling sampai halus.
"Setelah halus kulit singkong diputihkan dan dimasukkan ke dalam tabung. Bahkan saya buat bom apar bulat seperti," kata dia saat itu.
Penggunan bom pemadam api ciptaan Aryanto ini juga cukup mudah.
“Ketika bola apar itu dilemparkan ke sumber api, maka akan meledak dan memadamkan api yang berkobar," jelasnya.
BACA JUGA: Bukan cuma Nikuba, Aryanto Misel juga Bisa Ubah Premium jadi Pertamax, 120 Inovasi Lainnya Sudah Siap
Bahkan bom pemadam api dari kulit singkong itu sudah dibuatnya sampai tak terhitung lagi sejak 2002 silam.
Yang tidak kalah mengejutkan adalah bahwa temuannya itu ternyata juga sudah dipasarkan sampai ke luar negeri.
Berkat teknologi ciptaannya itu, Pangdam III Siliwangi sampai berkunjung untuk melihat langsung ke rumahnya.
Bom pemadam api dari kulit singkong itu juga mendapat apresiasi.
Akashu dan Nikuba
Aryanto Misel mulai dikenal setelah ramai dan viral Nikuba di media sosial yang disebut bisa menggantikan BBM dengan air.
Nikuba adalah sebuah reaktor yang bisa mengubah air menjadi hidrogen yang kemudian jadi bahan bakar kendaraan bermotor.
Dengan Nikuba, konsumsi BBM diklaim bisa dihemat sampai dengan 70 persen tapi tidak mempengaruhi performa mesin.
BACA JUGA: Sudah Dibantai sejak Awal, Aryanto Misel Nikuba tak Sudi Dibantu BRIN, Rela Nikuba Dimiliki Bangsa Lain
Nikuba pula yang membuat Aryanto sampai diundang Ferrari dan Lamborghini untuk dipresentasikan secara langsung di hadapan para insinyur produsen supercar itu.
Sayangnya, harapannya hak cipta Nikuba dibeli kandas karena kedua perusahaan otomotif terkemuka di Italia itu sama sekali tidak membahasnya.
Terbaru Aryanto juga mengaku sangat kesal dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang tak menganggap Nikuba sebagai sebuah temuan inovatif.
Padahal teknologi miliknya itu sebelumnya sudah diaplikasikan pada sejumlah kendaraan operasional Kodam III Siliwangi Cirebon dan berhasil.
Selain Nikuba, Aryanto juga merupakan penemu Akashu yang sudah menjadi sebuah produk dan sudah pula dipasarkan.
BACA JUGA: Aryanto Misel Nikuba Cirebon Malah Menyesal Datang ke Italia, Ternyata Maunya Gratisan
Akashu merupakan cairan aditif yang dikemas dalam kemasan botol kecil ukuran 10 mililiter dengan merek dagang Akashu.
Cairan ini disebut Aryanto telah memiliki sertifikat Lemigas sehingga sudah teruji dan tidak merusak mesin kendaraan.
“Mungkin yang penjualannya paling fenomenal ya Akashu. Sudah beredar dan dipesan, produksi juga masih kita jalankan sampai sekarang,” ujar Aryanto.
Dijelaskan Aryanto, Akashu memiliki fungsi untuk menaikkan kadar oktan dalam bahan bakar minyak (BBM).
Sehingga performa mesin menjadi lebih optimal tapi konsumsi BBM lebih irit.
BACA JUGA: BRIN Sebut Nikuba Aryanto Misel tak Canggih, Konsepnya Sudah Pasaran cuma Penghemat BBM
Untuk pengaplikasiannya, Akashu hanya perlu dicampurkan dengan BBM. Misalnya, jika Akashu dicampur dengan BBM Premium beroktan 88 maka kandungannya akan naik menjadi 92 atau setara BBM Pertamax.
Begitu pula jika dicampurkan Pertamax jadi oktan 95 atau setara dengan BBM Pertamax Plus.
Akashu juga disebut bisa diaplikasikan untuk kendaraan bermotor bermesin diesel, dari solar biasa akan menjadi solar super setara cetane 57/60.
Baik Akashu maupun Nikuba adalah singkatan yang dibuat sendiri oleh Aryanto.
Untuk Nikuba adalah singkatan Niku Banyu atau Itu Air dalam bahasa Indonesia. Sedangkan Akashu adalah singkatan dari Allah Kuasa Atas Segala Usaha. (Guruh/Pojoksatu)




