POJOKSATU.id, JAKARTA— Anies Baswedan terbukti memiliki pengaruh lebih kuat di DKI Jakarta dibanding Prabowo Subianto dan Jokowi di Pilkada Jakarta 2024.
Anies berkat dukungannya ke Pramono Anung-Rano Karno berhasil memenangkan Pilkada Jakarta. Sementara dukungan Prabowo dan Jokowi ke Ridwan Kamil-Suswono, tak begitu signifikan.
“Endorsement dari Anies kepada Pramono-Rano justru lebih kuat pilihannya,” kata Saidiman Ahmad dalam diskusi bertajuk ‘Jaga Demokrasi di Jakarta’ yang diselenggarakan Komunitas Utan Kayu di Jakarta Timur, Sabtu (7/12/2024).
Saidiman Ahmad merupakan peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Menurut Saidiman, dukungan Anies sukses menyatukan Ahokers dan Anak Abah kepada Pramono-Rano di Pilkada Jakarta 2024.
Menyatunya kedua kubu ini berkat sosok Pramono Anung dan Rano Karno atau si Doel.
“Justru ketika para pendukung Ahok tahu bahwa Anies juga ikut mendukung Pram-Rano, itu tambah besar dukungannya dan tambah kuat,” katanya.
“Demikian pula juga sebaliknya para pendukung Anies yang tahu bahwa Ahok ada di paslon 03 justru tambah menguat. Jadi hal itu bisa mempersatukan antara pendukung Ahok dan Anak Abah,” jelasnya lagi.
Saidiman mengatakan hal ini cukup menjadi fenomena yang menarik lantaran Ahokers dan Anak Abah sempat terpolarisasi saat Pilkada Jakarta 2016 silam.
Baca Juga: 17 Daerah Sudah Selesai Hitung Rekapitulasi Suara Pilgub Sumut 2024, KPU: Target Malam Ini
Dan sebaliknya, slogan atau tagline Ridwan Kamil-Suswono ‘Satuin Jakarta’ justru gagal.
Dukungan Jokowi dan Prabowo
Dari survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga menemukan bahwa dukungan Prabowo dan Jokowi terhadap Ridwan Kamil-Suswono, tak berdampak signifikan pada hasil Pilkada Jakarta.
Kesimpulan ini didapat dari survei exit poll yang dilakukan SMRC setelah pencoblosan.
“Hal itu juga membedakan ketika bicara faktor endorsement oleh Prabowo dan Jokowi, di Banten dan Jawa Tengah memang efektif namun di Jakarta tidak mempengaruhi,” katanya.
“Sebanyak 50% masyarakat mengetahui adanya dukungan Prabowo terhadap Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta. Jadi pemilih yang mengetahui adanya endorsement berkisar 38%, sementara yang tidak mengetahui berjumlah 39%. Artinya pengetahuan publik tentang endorsement itu tidak punya pengaruh bahkan lebih negatif,” paparnya.
Adapun berdasarkan hasil exit poll tersebut, sekitar 37% masyarakat mengaku memilih Ridwan Kamil-Suswono; sebanyak 5,9% memilih Dharma Pongrekun-Kun Wardana; dan perolehan suara tertinggi diraih oleh Pramono Anung-Rano Karno sebesar 46,1%.
Sementara itu terdapat 11%responden yang tidak menjawab.***




