POJOKSATU.ID - Lebih dari satu setengah bulan setelah bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera, kondisi pemulihan infrastruktur masih menyisakan persoalan.

Di tengah klaim pemerintah pusat bahwa tidak ada lagi daerah yang terisolasi, fakta di lapangan menunjukkan puluhan desa di Aceh Tengah masih menghadapi keterbatasan akses.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan seluruh kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat telah kembali terhubung pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025.

Baca Juga: Bos Buruh Tagih Janji Prabowo Hapus Outsourcing, Ancaman Gelombang Aksi Lebih Besar Menguat

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi tersebut kini sudah dapat dilalui.

“Per hari ini, saya bisa sampaikan bahwa sudah tidak ada lagi kabupaten dan kota yang terisolasi,” ujar Dody saat ditemui di Kementerian PU, dikutip pojoksatu.id dari suara.com (18/1/2026).

Menurut Dody, hingga 52 hari setelah bencana, konektivitas jalan dan jembatan nasional telah dipulihkan.

Baca Juga: Cek di Sini! Besaran Gaji Pokok dan Tunjangan Pensiunan PNS Februari 2026

Meski demikian, sebagian besar infrastruktur yang rusak berat masih bersifat sementara.

Saat ini, jembatan-jembatan yang terdampak banjir dan longsor ditangani menggunakan jembatan darurat seperti bailey dan armco.

Namun kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di tingkat desa.

Baca Juga: Pesawat ATR 42-500 Diduga Kuat Jatuh di Gunung Bulusaraung, Basarnas Hentikan Sementara Pencarian

Di Kabupaten Aceh Tengah, setidaknya 24 desa dilaporkan masih mengalami keterisolasian akibat rusaknya akses jalan dan jembatan penghubung.

Aktivitas warga terganggu, distribusi logistik terhambat, dan pelayanan publik belum berjalan optimal.

Dody mengakui bahwa sebagian besar jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang belum tersambung secara permanen.

Baca Juga: Kongres Biasa Tahunan PSSI Sumut Tuntas Sesuai Statuta, Arya Sinulingga Beberkan Arah Baru Pembangunan Sepak Bola

Oleh karena itu, Kementerian PU ke depan akan memprioritaskan pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.

“Untuk jembatan nasional yang rusaknya parah, seperti jalur Tarutung–Sibolga, tidak bisa lagi hanya bersifat fungsional. Harus dibangun secara permanen. Meski saat ini sudah bisa dilalui lewat jalan provinsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, fokus utama kementerian dalam tahap rehabilitasi berikutnya adalah memastikan jembatan permanen segera dibangun agar konektivitas antarwilayah benar-benar pulih.

Baca Juga: Masa Tua Harus Hidup Dibalik Jeruji Besi, Berikut Putusan Penjara Mantan Kadis Perikanan dan Yang Lainnya

Infrastruktur yang kokoh dinilai sangat penting untuk mencegah isolasi wilayah kembali terjadi saat cuaca ekstrem melanda.

Sementara itu, kondisi desa-desa yang masih terisolasi di Aceh Tengah menjadi sorotan publik.

Warga berharap pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pembangunan akses yang layak agar kehidupan sosial dan ekonomi kembali normal.

Baca Juga: Pendaftaran PIP Tahap 1 Tahun 2026 Dibuka hingga 31 Januari, Sekolah Wajib Input lewat Dapodik

Bencana banjir dan longsor tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meninggalkan dampak sosial yang mendalam. Ketika akses jalan terputus, masyarakat desa menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Pemulihan total kini menjadi harapan bersama, agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal di tengah klaim pemulihan nasional.***