POJOKSATU.id, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) buka suara menanggapi keraguan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengenai klaim penyerapan tenaga kerja pada semester pertama 2025 yang disebut mencapai 303 ribu orang.

Sebelumnya, Presiden KSPI Said Iqbal menuding angka tersebut tidak realistis dan terkesan hanya bersifat “asal bapak senang” serta berbau politis.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin, Andi Rizaldi, menegaskan bahwa data tersebut tidak bisa dilihat secara parsial.

Baca Juga: Keteguhan Hati Kevin Silaban Komandan Paskibra Humbahas Tinggalkan Jenazah Ayahnya yang Baru Meninggal

Menurutnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan investasi terus berjalan dan hal itu sejalan dengan penyerapan tenaga kerja.

“Kalau investasi berjalan terus, berarti kan ada penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Meski begitu, Andi tidak menutup mata terhadap kenyataan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat sejumlah perusahaan yang gulung tikar.

Namun, ia menekankan perlunya melihat lebih dalam penyebab tutupnya usaha tersebut.

Baca Juga: HUT ke-80 RI, Pemkot Malang Gelar Doa Bersama di Balai Kota

"Apakah karena faktor internal perusahaan atau dinamika pasar?" tegasnya.

Sementara itu, Said Iqbal justru menilai klaim Kemenperin berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.

Ia menyebut dalam periode Januari hingga Juni 2025, kasus PHK melonjak tajam dengan lebih dari 50 ribu pekerja kehilangan pekerjaan.

Menurutnya, fakta tersebut jauh dari klaim penyerapan tenaga kerja yang dipaparkan pemerintah.***