POJOKSATU.id, JAKARTA- Syawal adalah bulan ke 10 dalam kalender Islam setelah bulan suci Ramadhan. Hari pertama di bulan Syawal dirayakan sebagai Idul Fitri. 'Syawal'—berasal dari kata Arab Sawaal yang berarti 'dibesarkan'. Syawal berarti naik atau meninggi.

Pada bulan Syawal ini, kedudukan dan derajat kaum Muslimin meninggi di sisi Allah SWT karena telah melewati bulan ujian dan ibadah selama Ramadan.

Diyakini, penamaan Syawal diberikan untuk menandakan waktu tahun di mana unta betina akan mengandung bayinya. Ini merupakan simbol kehidupan baru dan pembaruan setelah sebulan pembersihan spiritual.

Syawal adalah bulan pertama dari tiga bulan (sebelum bulan Dzulhijjah) di mana beberapa amalan haji dapat dimulai. Periode haji juga dimulai pada bulan Syawal, yang disebut juga dengan Asyhur Al-Hajj atau bulan-bulan haji.

Bagi siapapun yang menjalankan ibadah atau perbuatan baik pada bulan Syawal, maka akan mendapatkan pahala bagi umat islam yang menjalankannya.

Saat bulan Syawal biasanya kita dianjurkan untuk menjalankan puasa syawal, meskipun tidak diwajibkan, namun puasa syawal menjadi puasa Sunnah yang ditunggu bagi kebanyakan orang untuk mengqadha hutang puasa saat bulan Ramadhan.

Meskipun bulan Ramadhan telah usai, bukan berarti amalan-amalan baik yang telah dilaksanakan ketika bulan tersebut harus ikut berakhir pula, seharusnya dengan adanya bulan puasa Ramadhan kemarin menjadikannya sebagai jembatan untuk terus melaksanakan ibadah secara konsisten sebagai umat muslim yang bertakwa.

Nah adapun 4 amalan bulan Syawal yang memiliki keistimewaan luar biasa antara lain yang dikutip dari berbagai sumber :

Puasa Syawal


Puasa 6 hari di bulan Syawal bisa dilakukan secara berurutan atau terpisah. Sebagian ulama berpendapat lebih diutamakan secara berturut-turut, sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Hal ini tertuang dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim yang menyebutkan bahwa utamanya melakukan puasa Syawal secara berurutan, tepatnya sehari setelah Idul Fitri (dimulai pada 2 Syawal).

Jika puasa dikerjakan secara terpisah-pisah (tidak berurutan) atau di akhir-akhir bulan Syawal, itu masih diperbolehkan. Sebab, yang terpenting puasa dilakukan setelah puasa Ramadhan dan masih berada pada bulan Syawal.

I'tikaf


I'tikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah juga bisa dilakukan di bulan Syawal, apabila tidak sempat melaksanakannya di bulan Ramadhan.

Dalam buku Rahasia Pecinta Ramadhan oleh Muhammad Husain Ya'qub dijelaskan, bahwa Rasulullah selalu melakukan i'tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Pada tahun ketika beliau wafat, Rasulullah beri'tikaf selama 20 hari. Ketika tidak bisa i'tikaf, beliau menggantinya dengan i'tikaf di 10 hari pertama bulan Syawal. Keseriusan Rasulullah dalam beri'tikaf menunjukkan betapa pentingnya amalan ini.

Shalat Malam


Selain wajib melaksanakan ibadah salat fardu, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan shalat malam pada bulan Syawal. Tentunya, shalat sunnah ini harus tetap dijaga di bulan-bulan berikutnya.

Menjaga shalat malam menjadi amalan penting di bulan ini. Sebab, umat Islam yang selalu mengamalkan shalat malam sesudah shalat wajib, akan membawa kebaikan bagi dirinya sendiri di dunia maupun akhirat kelak.

Sedekah


Amalan kebaikan selanjutnya adalah bersedekah. Meski bersedekah bisa dilakukan kapan saja, amalan ini termasuk salah satu amalan penting di bulan Syawal.

Melalui sedekah, seorang muslim dapat meningkatkan rasa empati, melancarkan rezeki, melatih pikiran positif, meningkatkan rasa syukur, serta menghindari diri dari sifat kikir.

Itulah 4 amalan di bulan syawal yang memiliki keistimewaannya tersendiri, semoga kita diberi keberkahan dan selalu berada dijalan yang benar.

Penulis : Adhey