POJOKSATU.id, KARAWANG – Dunia politik Jawa Barat tengah diguncang. Sosok Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat yang dikenal kharismatik dan sarat prestasi, kini berada di pusaran kritik yang datang dari berbagai pihak. Puncaknya, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan aksi walkout sebagai bentuk protes, mengisyaratkan adanya keretakan serius dalam dinamika politik daerah.

Yang menjadi sorotan, di tengah gempuran kritik tersebut, para loyalis politikus yang dulu lantang mendukung Dedi Mulyadi, terutama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra, justru memilih diam. Keheningan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat: ke mana perginya suara pembelaan?

"Seharusnya mereka membela. Ini soal kesetiaan dan prinsip!" ujar Muhamad Karya, salah seorang warga dan tokoh pemuda Karawang, dengan nada kecewa pada Minggu (18/5/2025).

Karya menilai, para politisi yang dulu menjadikan nama Dedi Mulyadi sebagai kendaraan politik kini justru bersembunyi saat sang tokoh mendapat serangan. “Dulu mereka pakai nama Kang Dedi untuk kampanye, sekarang diam saja. Ini bukan politik, ini pengkhianatan!" tegasnya.

Baca Juga: Program Pendidikan Karakter Jabar di Barak TNI Disorot KPAI, 6,7 Siswa Tak Tahu Alasannya Ikuti Gubernur Dedi Mulyadi

Ia melanjutkan, "DPRD itu wakil rakyat, bukan wakil kepentingan pribadi. Kalau mereka tidak berani bersuara saat rakyat butuh pembelaan, lalu siapa yang bisa diharapkan?"

Nada serupa juga datang dari tokoh masyarakat lainnya di Karawang. Mereka menyayangkan sikap pasif para anggota dewan yang dianggap tidak menunjukkan solidaritas terhadap Dedi Mulyadi.

"Ini bukan semata soal Kang Dedi. Ini soal keberanian membela yang benar. Kalau sekarang mereka diam, bagaimana dengan urusan rakyat lainnya?" kata salah satu tokoh masyarakat. ***