POJOKSATU.id, KARAWANG – Aktivitas arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Kepolisian Resor (Polres) Karawang memaksimalkan pemantauan lalu lintas seiring prediksi puncak arus balik yang jatuh pada Minggu, 4 Januari 2026, saat masyarakat kembali ke wilayah Jabodetabek untuk beraktivitas.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menyampaikan bahwa lonjakan kendaraan sudah terlihat sejak pagi hari, khususnya dari arah Bandung dan Trans Jawa. Situasi ini menjadi indikator kuat meningkatnya mobilitas pemudik yang kembali ke pusat aktivitas ekonomi.

Data sementara menunjukkan kendaraan dari arah Bandung yang melintas di Gerbang Tol Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang mencapai 76.203 unit. Angka tersebut mengalami kenaikan lebih dari 32 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas harian normal, menandakan arus balik sudah memasuki fase padat.

Baca Juga: Polres Karawang Siagakan Ratusan Personel Amankan Pilkades Serentak 2025

Sementara itu, total kendaraan yang masuk ke Jabodetabek melalui dua pintu utama dari arah Trans Jawa dan Bandung tercatat sebanyak 147.817 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dari kondisi normal, memperlihatkan konsentrasi arus balik yang cukup tinggi dalam satu waktu.

Selama periode libur panjang Nataru 2025/2026, Polres Karawang juga mencatat sebanyak 2.638.186 kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek. Rekapitulasi tersebut dihimpun selama 16 hari, terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, dan menjadi dasar evaluasi pengamanan arus balik.

Pantauan di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada Minggu ini memperlihatkan tren kendaraan yang terus meningkat dari jam ke jam. Sejak pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB, volume kendaraan tercatat naik signifikan, dengan kepadatan tertinggi terjadi pada sore hari saat arus balik bersinggungan dengan jam puncak.

Mengantisipasi lonjakan tersebut, Polres Karawang menyiagakan personel di sejumlah titik strategis, baik di ruas tol maupun jalur arteri. Langkah antisipatif dilakukan melalui pengaturan lalu lintas, pemantauan intensif di lokasi rawan kepadatan, serta kesiapan sarana pendukung guna memastikan arus balik berjalan aman, tertib, dan lancar. ***