POJOKSATU.id – Ferry Alexa, seorang pemerhati sosial sekaligus nasabah, mengungkapkan keluhannya terkait pengalaman buruk saat menggunakan layanan di BNI. Ferry menyoroti antrian panjang dan keterbatasan pelayanan yang dialaminya saat mencoba mencetak ulang kartu ATM.

Menurut Ferry, ketika ia datang ke BNI dengan tujuan mencetak ulang kartu ATM melalui mesin BNI DIGI, ia harus menunggu hingga 16 nomor antrian. Namun, mesin tersebut tidak dapat mencetak kartunya karena alasan kartu yang sudah lama tidak digunakan.

"Saya selalu menggunakan M Banking, jadi kartu saya jarang digunakan," ujar Ferry, Selasa 6 Agustus 2024.

Ferry menambahkan bahwa setelah gagal di mesin, ia harus kembali mengambil antrian dan menunggu hampir dua jam untuk mendapatkan pelayanan dari customer service.

Baca Juga: RDP Komisi I DPRD dan PPDI Karawang Bahas Perda Perangkat Desa

"Ini belum seberapa. Di cabang Johar, saya pernah menunggu sampai tiga jam hanya untuk mencetak kartu ATM," katanya.

Ia juga mengkritisi jumlah petugas di BNI yang jauh dari cukup. "Hanya ada dua petugas di customer service dari sembilan meja yang tersedia, dan kondisi yang sama terjadi di bagian teller," ungkap Ferry.

Sebagai perbandingan, Ferry menyebutkan bahwa pelayanan di bank lain seperti BCA jauh lebih cepat dan efisien. "Di BCA, saya tidak pernah menunggu lebih dari lima menit. Dulu, BNI dan BCA setara dalam pelayanan, tetapi sekarang BNI tertinggal jauh," tambahnya.

Ferry berharap agar BNI dapat meningkatkan kualitas pelayanan mereka. "Sebagai nasabah, yang kami inginkan hanya satu: pelayanan yang prima. Tidak semua orang punya waktu lama untuk menunggu di bank," tegasnya.

Baca Juga: Kapolres Karawang AKBP Edwar Zulkarnain Silaturahmi Dengan Puluhan Wartawan

Ferry pun mengusulkan agar Komisi XI DPR RI turun tangan dan berdiskusi dengan Direktur Utama BNI terkait masalah ini. "BNI membawa nama Indonesia dan saat ini sedang dalam masa pertumbuhan, sehingga penting bagi mereka untuk menjaga kualitas pelayanan," pungkasnya.

Redaksi sudah berusaha menghubungi nomor WhatsApp Bapak Hary sebagai petinggi BNI pusat. Namun hingga berita ini dipublish, yang bersangkutan belum memberikan respons. 

Dengan adanya keluhan ini, diharapkan BNI dapat melakukan perbaikan demi meningkatkan kepuasan nasabah dan menjaga reputasi mereka sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia. ***