POJOKSATU.id, KARAWANG – Perayaan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, sebuah kisah inspiratif datang dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Syapei atau akrab disapa Mang Pei, menjadi sorotan publik setelah namanya tercatat sebagai salah satu dari tujuh orang yang berkurban sapi bersama Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa nilai keikhlasan dan semangat berbagi dalam ibadah kurban tidak memandang status sosial, jabatan, atau latar belakang ekonomi. Bagi Mang Pei, kesempatan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga pengalaman spiritual yang luar biasa dan tak terlupakan.
Patungan kurban sapi yang lazimnya dilakukan oleh tokoh masyarakat, pengusaha, atau pejabat, kali ini diwarnai dengan kehadiran sosok sederhana yang selama ini bekerja sebagai asisten rumah tangga. Inisiatif ini datang langsung dari H. Endang Sodikin yang selama ini dikenal dekat dengan rakyat dan penuh kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
"Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada Mang Pei yang sudah membersamai keluarga kami dengan penuh dedikasi dan kesetiaan. Iduladha adalah momen untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan. Kami ingin Mang Pei juga merasakan indahnya menjadi pekurban," ungkap H. Endang Sodikin saat diwawancarai di kediamannya di Karawang, Jumat (6/6/2025).
Menurutnya, ibadah kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tapi juga soal menyembelih ego dan memperluas makna kebersamaan. Ia mengajak masyarakat untuk memaknai Iduladha sebagai ajang mempererat empati dan memperkuat tali persaudaraan, tanpa sekat-sekat sosial.
Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Ajak Warga Tebar Kepedulian di Idul Adha 1446 H
Saat mengetahui bahwa dirinya diikutsertakan dalam ibadah kurban, Mang Pei tak mampu membendung rasa haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar H. Endang Sodikin.
"Rasanya seperti mimpi. Tidak pernah terbayangkan dalam hidup saya bisa ikut berkurban sapi. Saya hanya seorang ART. Tapi Bapak Ketua dan keluarganya memperlakukan saya seperti keluarga sendiri. Saya sangat bersyukur dan terharu," ujar Mang Pei penuh emosional.
Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lain, bahwa siapa pun bisa ikut serta dalam ibadah kurban jika ada niat tulus dan kepedulian dari sesama.
Cerita tentang Mang Pei dan H. Endang Sodikin kini menjadi buah bibir di Karawang. Banyak pihak memuji langkah Ketua DPRD Karawang itu sebagai bentuk nyata kepemimpinan yang humanis dan inspiratif.
Baca Juga: Kritik Kades Lewat Media, Warga Karawang Terancam Penjara
Tak sedikit yang berharap tradisi mengajak masyarakat kecil untuk ikut merasakan nikmatnya berbagi dapat terus tumbuh, terutama saat momentum besar seperti Iduladha.
Dalam ajaran Islam, kurban bukan sekadar ritual tahunan. Ia mengandung pesan moral yang kuat tentang solidaritas, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kisah Mang Pei memperlihatkan bahwa ketika batasan-batasan sosial dilebur dalam kasih sayang dan kemanusiaan, maka keberkahan yang datang jauh lebih luas dari sekadar daging kurban. ***




