POJOKSATU.id, SUBANG – Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), A. Fauzi Ridwan, mengemukakan dua isu strategis yang harus menjadi prioritas utama Bupati Subang terpilih. Kedua isu tersebut adalah pembangunan Rumah Sakit di wilayah Pantura Subang dan percepatan pemekaran Subang Utara sebagai daerah otonomi baru (DOB).

Aspirasi ini disampaikan Fauzi setelah melaksanakan reses pekan lalu. Dalam dialog bersama konstituen, kedua isu ini menjadi pembahasan dominan yang mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat setempat.

Menurut Fauzi, wilayah Pantura Subang menghadapi kendala serius terkait akses layanan kesehatan. Banyak warga harus menempuh jarak jauh, bahkan ke luar kabupaten, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Wilayah Pantura memiliki populasi yang cukup padat, tetapi fasilitas kesehatannya sangat minim. Kehadiran rumah sakit di kawasan ini tidak hanya memudahkan akses layanan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Fauzi.

Fauzi juga menekankan pentingnya pemekaran wilayah Subang Utara untuk mendorong pemerataan pembangunan. Ia menyebutkan bahwa pemekaran ini merupakan aspirasi lama masyarakat yang hingga kini belum terealisasi.

Baca Juga: Siswa Kelas 3 SD Korban Bullying di Subang Meninggal Dunia, Dokter Ungkap Dugaan Pendarahan Otak

“Pemekaran Subang Utara adalah kebutuhan mendesak untuk memastikan pembangunan yang lebih merata, terutama dalam infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan publik,” ungkap Fauzi.

Dorongan ini sejalan dengan langkah Komisi I DPRD Jawa Barat yang terus memperjuangkan pencabutan moratorium pembentukan DOB oleh pemerintah pusat. Jika moratorium dicabut, Fauzi optimis Subang Utara akan menjadi salah satu wilayah prioritas untuk dimekarkan karena potensi besar dari sumber daya alam dan manusianya.

Selain dua isu utama tersebut, Fauzi juga mencatat sejumlah persoalan lain selama reses, antara lain:
- Infrastruktur: Banyak jalan desa yang rusak parah, menghambat aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat.
- Kesejahteraan Guru Honorer: Honor yang rendah menjadi keluhan utama, sehingga diperlukan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
- Penyaluran Honor RT/RW: Warga mengusulkan agar honor RT/RW disalurkan secara bulanan untuk menunjang kinerja mereka.
- Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu): Masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, sementara bantuan pemerintah dirasa sangat minim.
- Pengembangan UMKM: Pelaku UMKM membutuhkan akses permodalan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk.

Baca Juga: A. Fauzi Ridwan Resmi Dilantik Sebagai Anggota DPRD Subang Periode 2024-2029

Fauzi berharap Bupati Subang yang terpilih mampu menjadikan isu-isu ini sebagai prioritas dalam program kerjanya. Kebijakan proaktif dan solutif diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan tersebut.

“Sebagai wakil rakyat, saya bertugas menyampaikan suara masyarakat. Namun, keputusan ada di tangan pemerintah daerah. Saya berharap Bupati Subang yang terpilih dapat mengutamakan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Baca Juga: Santri Subang Diminta Menangkan ASLINA di Pilkada 2024

Pemekaran Subang Utara, lanjut Fauzi, bukan hanya soal pemecahan wilayah administrasi, tetapi membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berkembang.

“Dengan menjadi daerah otonomi baru, pengelolaan potensi seperti pertanian dan pariwisata di Subang Utara akan lebih terfokus, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Aspirasi ini diharapkan menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan Subang ke depan, agar tercipta kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat. ***