POJOKSATU.id, JEMBER – Di tengah perlambatan ekonomi yang sempat membayangi level nasional dan regional Jawa Timur, wilayah Sekarkijang (Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang) justru unjuk gigi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kabupaten Jember mencatat penyaluran outstanding kredit Bank Umum hingga 31 Juli 2026 menembus angka fantastis, yakni mencapai Rp63,67 triliun.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,16 persen secara year-on-year (yoy).
Pertumbuhan ini digaspol oleh tingginya aktivitas investasi di daerah.
Tercatat, kredit investasi meroket hingga 19,73 persen, disusul kredit konsumsi yang tumbuh 3,82 persen.
Tak hanya rajin meminjam untuk modal usaha, tingkat kepercayaan masyarakat Sekarkijang untuk menabung di bank juga sangat tinggi.
Baca Juga: OJK Cirebon Kembangkan Ekosistem Keuangan Inklusif Desa Jagara Kuningan
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh kuat di angka 19,38 persen (yoy), didorong oleh lonjakan simpanan giro yang melesat 80,20 persen.
Meski likuiditas melimpah, perbankan tetap diminta waspada mengingat angka kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level 6,77 persen.
Lantas, sektor riil apa yang membuat roda ekonomi di wilayah Sekarkijang tetap berputar kencang?
Baca Juga: OJK Denda Dua Emiten Grup Salim dan Bakrie, Nilainya Capai Rp1,35 Miliar
Kepala OJK Jember, Aris Budiman, secara blak-blakan menyoroti Kabupaten Bondowoso sebagai "bintang utama" yang anomali.
Ketika wilayah lain berjibaku mempertahankan pertumbuhan, Bondowoso justru melenggang naik berkat komoditas andalannya yakni kopi.
"Di awal-awal saya sampaikan, saat perekonomian di Indonesia dan Jawa Timur menurun ya, di wilayah Sekarkijang justru yang tumbuh naik itu Bondowoso," ungkap Aris saat dikonfirmasi.
Rasa penasaran Aris terhadap lonjakan ekonomi Bondowoso terjawab saat dirinya berinteraksi langsung dengan pimpinan daerah setempat.
"Bondowoso itu penopangnya gimana? Indikatornya di mana? Ternyata setelah saya interaksi dengan Pak Bupati, penopangnya adalah kopi," tuturnya.
Baca Juga: 94 Pinjol Resmi OJK September 2026, Cek Daftar Lengkap dan Cara Pastikan Legalitasnya
Melihat potensi raksasa ini, OJK Jember tak tinggal diam.
Aris menjelaskan bahwa OJK turun gunung memberikan dukungan penuh melalui inisiatif "Bondowoso Republik Kopi (BRK) Reborn".
OJK bahkan menggandeng lembaga internasional International Labour Organization (ILO) melalui program Promise Impact Project fase ketiga yang difokuskan pada pengembangan ekosistem kopi dari hulu ke hilir.
Baca Juga: 11 BPR Ditutup OJK, Nasib Uang Nasabah Jadi Sorotan: Inilah yang Terjadi Setelah Izin Dicabut
OJK Jember menargetkan pembenahan sistem integrasi menggunakan teknologi Enterprise Resource Planning (ERP) guna menghubungkan petani, perbankan, hingga pasar.
Lebih jauh, Aris menegaskan bahwa PR terbesar ke depan adalah membenahi jalur ekspor agar nama Bondowoso tak lagi "dibajak" oleh daerah lain.
"Nanti kita akan dorong terkait dengan ekspor kopinya. Selama ini kalau bicara ekspor kopi, kasihan Bondowoso ini. Punya kopi yang luar biasa, tapi diekspornya lewat daerah lain, hanya diambil produknya lalu dilabeli (daerah lain)," tegas Aris, menyayangkan praktik yang selama ini merugikan petani lokal. ***



