POJOKSATU.id, JEMBER - Kabupaten Jember kini punya solusi untuk menyelesaikan masalah penumpukan sampah menahun menyusul adanya rencana proyek berskala nasional.

Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, mengungkapkan adanya program dari pemerintah pusat yang membidik Jember sebagai lokasi proyek strategis.

Proyek ambisius yang dimaksud adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau yang populer dikenal sebagai PLTSa.

Baca Juga: Pertahankan Rating Kredit Indonesia di Level BBB, OJK Sebut Jadi Bukti Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Nilai investasi yang disiapkan untuk membangun infrastruktur pengolah sampah modern ramah energi ini terbilang sangat fantastis.

"Jember salah satu kabupaten yang mendapatkan projek dari Pemerintah Pusat, karena tadi besar kan? sampai 1-2 triliun begitu. Tapi kalau itu memang bisa direalisasikan maka soal sampah sudah kita selesaikan begitu," kata Tabroni saat dikonfirmasi di Komisi A DPRD Jember, Rabu, 15/7/2026).

Rencana kerja proyek pemanfaatan energi terbarukan berbasis pengelolaan limbah ini pun sudah memiliki linimasa pengerjaan yang ditargetkan.

Baca Juga: Jaksa Agung Ajukan Kuntadi Calon Tunggal Jampidsus ke Presiden Pengganti Febrie Adriansyah

"Kalau menurut yang disampaikan, di 2026 akan dimulai sampai nanti itu bisa berdiri di 2028," tutur politisi PDI Perjuangan tersebut. 

Kendati proyek bernilai triliunan rupiah itu menjanjikan solusi total, DPRD Jember mengingatkan bahwa proses pembangunannya memakan waktu tahunan.

Selama masa transisi menunggu PLTSa berdiri tegak dan beroperasi, daerah dituntut memiliki solusi cepat guna yang bisa langsung diterapkan.

Baca Juga: RESMI DIBUKA! Lowongan Maganghub Kemnaker Batch 1 2026 di PojokSatu.id !

Menyikapi hal itu, Tabroni menyampaikan sebuah ide inovatif dengan memanfaatkan keberadaan sektor industri besar yang sudah beroperasi di Jember.

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah menjajaki kemitraan strategis untuk mengolah gunungan sampah menjadi pasokan bahan bakar industri.

"Selalu saya sampaikan pada saat kita melihat potensi-potensi yang ada di Jember. Kita punya pabrik semen Imasco misalnya, apakah kita bisa bekerjasama dengan mereka dalam bentuk menghasilkan RDF begitu sebagai bahan-bahan alternatif," cetus Tabroni memberikan opsi solusi lokal.

Melalui pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), residu sampah dari masyarakat bisa disulap menjadi komoditas energi bernilai ekonomis.

Sinergi antara proyek jangka panjang PLTSa dari pusat dan pemanfaatan RDF bersama industri lokal dinilai menjadi jalan keluar paling jitu bagi masa depan Jember.***