POJOKSATU.id, JEMBER – Sepak terjang Politeknik Negeri Jember (Polije) dalam meratakan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia patut diacungi jempol.
Kampus pencetak tenaga ahli ini resmi melebarkan sayap ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan membuka cabang langsung di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah berani mendirikan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) ini otomatis menjadi angin segar bagi anak daerah yang ingin kuliah tanpa harus merantau mahal ke Kupang.
Baca Juga: AS Tebar Ancaman Telah Siapkan Lebih 1.000 Rudal ke Iran Jika Donald Trump Terbunuh
Kehadiran salah satu kampus bergengsi ini jelas bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan wujud nyata komitmen institusi untuk memajukan pendidikan di pelosok negeri.
Manfaat nyata ini diakui langsung oleh Marquez Rona, salah satu mahasiswa Polije Kampus Sabu Raijua yang bersyukur bisa kuliah di kampung halamannya sendiri.
Meski saat ini proses perkuliahan masih menumpang di gedung DPRD setempat, semangat para mahasiswa untuk menyerap ilmu sama sekali tidak surut.
Baca Juga: Menteri UMKM Sebut Pendapatan Driver Ojol Tak Turun Usai Potongan 8 Persen Berlaku
Semangat itu makin terbakar saat melihat dedikasi tinggi para dosen Polije yang rela terbang jauh dari Jember khusus untuk mengajar mereka secara langsung.
Gebrakan pendidikan ini pun langsung mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, yang menyebutnya sebagai tonggak sejarah daerah.
Sang bupati sangat optimis kehadiran sivitas akademika Polije bakal membantu mengelola dan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada di wilayahnya.
Baca Juga: Komisi III DPRD Jabar Minta PT Jasa Sarana Setop Usaha Merugi dan Jual Aset Tak Produktif
Sejalan dengan hal itu, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menegaskan bahwa ekspansi ini adalah bukti komitmen nyata kampus untuk wilayah 3T.
Ia menegaskan bahwa kampus ini hadir untuk menjawab dahaga masyarakat, sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar ahli dalam mengelola potensi alam daerahnya sendiri.
"Kami hadir di Sabu Raijua untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan potensi daerah," tegas Saiful.
Pihaknya sangat optimis skema pendidikan vokasi yang diberikan mampu mencetak generasi muda lokal yang tangguh, inovatif, dan langsung siap diserap dunia kerja.
"Melalui pendidikan vokasi, kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengembangkan sektor-sektor unggulan daerah sehingga memberikan dampak nyata bagi kemajuan Sabu Raijua," pungkasnya. ***



