POJOKSATU.id - Bogor merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat dengan luas 2.991,78 km persegi.

Banyak orang mengenal Bogor sebagai kabupaten yang memiliki suhu udara sejuk, terutama di bagian Puncak Bogor.

Selain itu, Bogor memiliki julukan seperti daerah lain, di mana kota ini dijuluki sebagai Kota Hujan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut asal usul nama Bogor dan sejarah diberikannya julukan 'Kota Hujan'.

Baca Juga: Pesona Pondok Citengkor, Tempat Wisata Cianjur yang Estetik, Ngopi Sambil Makan Emplod

Asal usul nama Bogor

Awalnya, Bogor dikenal sebagai Buitenzorg yang memiliki arti tanpa kecemasan atau aman, pada jaman kolonial Belanda.

Disebutkan bahwa Bogor berasal dari kata bokor, di mana frasa ini ada pada sebuah pantun yang dikarang oleh juru pantun, Pak Cilong dan Aki Rambeng.

Pa Cilong dan Aki Rambeng terkenal hafal akan riwayat Pajajaran, dan dalam pantunnya ada kata Bokor yang berarti ‘tunggul’ kawung.

Tunggul kawung (pohon enau) sendiri adalah bagian bawah dari pohon kawung sisa tebangan.

Baca Juga: Pesona Pondok Citengkor, Tempat Wisata Cianjur yang Estetik, Ngopi Sambil Makan Emplod

Sementara itu, disebutkan bahwa Bogor merupakan habitat pohon enau, dibuktikan dengan penamaan beberapa wilayah di Bogor yang menggunakan kata kawung, seperti Cikawung, Bantar Kawung dan lain-lain.

Makna Nama Bogor

Bokor atau tunggul kawung biasa dipakai sebagai kayu bakar, yang apinya tidak membara tetapi juga tidak padam.

Meskipun apinya kecil namun api itu bisa hidup lama seperti halnya arang kayu bakau.

Hal ini bermakna bahwa Bogor tidak mudah terprovokasi, meski di tempat lain terjadi keributan, jadi kota ini tetap aman.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Alquran, SNQ Privat Class Garut: Biaya Efisien, Siap Cetak Generasi Qurani

Sejarah Julukan Kota Hujan

Julukan Kota Hujan diberikan karena karena curah hujan di Bogor selalu tinggi sepanjang tahun.

Hal ini terjadi karena posisi geografis Bogor yang berada di kaki Gunung Salak serta dikelilingi banyak pegunungan.

Akibatnya, udara lembab Samudera Hindia bertemu dengan udara yang naik dari dataran rendah yang menimbulkan hujan.

Jadi meski saat musim kemarau, Bogor masih seringkali diguyur hujan.

Hujan yang terjadi di Bogor sering berlangsung sepanjang hari atau malam, terkadang disertai badai petir dan angin kencang.***