POJOKSATU.id, NANA Mirdad tak ingin momen menyelamatkan bayi yang dibuang di semak-semak sebagai aksi heroik. Baginya itu adalah hal wajar yang dilakukan manusia manapun.
"Ini bukan aksi heroik. Inilah hal yang harusnya kita lakukan sebagai manusia biasa. Jika menolong bayi yang terlantar adalah aksi heroik maka dunia kita benar-benar sudah terbolak balik," tegas Nana Mirdad di laman Instagram-nya, Minggu, 21 Januari 2024.
Nana Mirdad mengungkapkan menyaksi bayi dibuang bukan kali pertama dalam hidupnya, yang pertama si bayi lebih mengenaskan.
"Sayangnya yang pertama sudah nyaris tak berbentuk dan sudah rata dengan tanah," jelasnya.
Nana mengakui saat menggendong bayi yang ditemukan di dekat rumahnya itu ke rumah sakit, perasaanya campur aduk. Ada ketakutan, amarah, bingung dan cemas.
"Saya pun enggak tahu apa yang akan terjadi pada mental saja jika bayi itu harus hilang dalam pelukan saya. Tapi bayi itu selamat. Dia sehat," ungkapnya.
Dia menegaskan menyebarkan kisah penemuan bayi itu bukan demi popularitas, apalagi kejadian itu tragis.
Nana ingin kisah ini jadi pembelajaran buat kaum ibu yang berniat membuang bayi. "Saya rasa penting untuk mengangkat isu ini dan ikut andil untuk menyadarkan masyarakat," jelasnya.
"Terutama wanita-wanita yang sedang mengandung bahwa jika memang kalian enggak menginginkan bayi yang ada di kandungan kalian; masih ada jalan lain," tegasnya.
Dia menyarankan kaum ibu yang mengalami depreasi saat mengandung entah dengan alasan apapun itu agar mencari bantuan jangan diam.
"Cari bantuan, jangan pernah diam saja dan memilih jalan pintas untuk membuang anak yang kalian lahirkan dari rahim kalian untuk mati di pinggir jalan," tukasnya.
Diungkapkannya, bayi yang ART-nya temukan kemarin, tidak pernah memilih untuk dilahirkan dari rahim ibunya.
"Sembilan bulan di dalam kandungan, mendengar suara ibunya, saya hanya bisa membayangkan betapa enggak sabarnya ia untuk melihat ibunya secara langsung, suara yang selama ini menenangkan hatinya," tulisnya.
Dia mengatakan banyak faktor mengapa seorang perempun mungkin tidak menginginkan anak di dalam kandungan mereka. Dan, Nana tak ingin menghakimi.
"Tapi jelas cara yang dipilih untuk mengakhiri nyawa bayi ini kejam. Dan sampai kapanpun hal ini ngga bisa dibenarkan," tandasnya.
Baca Juga: Ivan Gunawan Kecewa, KPI Memanggil Tim Brownis TransTV untuk Klarifikasi Tanpa Dirinya
Saat ini, bayi itu yang masih ada di rumah sakit itu sudah diberi nama Bella. Nama itu atas ide ART Nana.
"Terima kasih banyak untuk semua doa dan perhatiannya untuk Bella, begitu bayi kecil itu diberi nama oleh Tika, penemunya," jelasnya.
Nana Mirdad menuntaskan postingannya dengan mengajak untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan perhatian terhadap kejadian serupa. "Karena masih banyak Bella-Bella lain di luar sana yang membutuhkan," pungkasnya. ***

