POJOKSATU.id - Artis Kirana Larasati memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan penipuan investasi emas Nellava Bullion, dimana namanya turut terseret karena posisinya sebagai brand ambassador alias BA.

Kirana Larasati memastikan, dirinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan dugaan penipuan investasi emas Nellava Bullion.

Lewat akun Instagram-nya, Rabu, 23 September 2026, Kirana mengungkapkan, dirinya memahami, bahwa situasi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi para customer yang masih menunggu kejelasan mengenai transaksi mereka.

"Saya sangat menghargai dan memahami keresahan tersebut," ungkapnya.

Baca Juga: Viral! Beredar Video Siswi MI di Jember Keracunan, Diduga Usai Santap Menu MBG

Namun, dia menegaskan ada tiga poin yang ingin diluruskannya dalam persoalan ini, terutama soal dirinya yang tidak terlibat.

Dia menjelaskan bahwa keterlibatannya dengan Nellava adalah dalam kapasitas profesional sebagai brand ambassador, dan kerja sama tersebut juga baru berjalan dalam waktu yang relatif singkat yakni dua bulan.

"Dalam kapasitas tersebut, saya tidak terlibat dalam pengelolaan perusahaan, operasional sehari-hari, pengelolaan dana customer, proses transaksi, pengiriman barang, maupun proses refund," jelasnya.

Baca Juga: Ditjenpas Tindak Lanjuti Pengawasan Ombudsman di Lapas Cibinong, Bentuk Tim Pemeriksaan

Selanjutnya poin kedua, Kirana mengatakan setelah mengetahui adanya berbagai keluhan dan persoalan yang berkembang, dia telah menghentikan aktivitas promosi terkait Nellava.

"Dan per tanggal 12 September 2026, hari Jumat kemarin, tim kuasa hukum saya sudah melayangkan surat pemutusan kerja sama kepada perusahaan tersebut," tegasnya.

Poin ketuga, Kirana memastikan dirinya siap bersikap kooperatif dan memberikan informasi yang dimiliki apabila dibutuhkan oleh pihak berwenang.

"Untuk saat ini saya tidak ingin berspekulasi, menuduh siapa pun, ataupun menyampaikan informasi yang belum bisa saya pastikan kebenarannya, karena saya menghormati proses hukum yang sedang atau akan berjalan," sambungnya.

Baca Juga: Eksekutif dan Legislatif Sebagai Institusi Negara Tidak Dihargai Ancam PT. SJ Follyframe Di Segel, Kuat Dugaan Perusahaan Punya Kartu Truf DLH

Kepada para customer yang terdampak, Kirana mengatakan memahami bahwa saat ini yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan, tetapi kepastian dan penyelesaian.

"Saya berharap persoalan ini dapat segera menjadi terang dan semua pihak yang terdampak bisa mendapatkan penyelesaian yang seadil-adilnya," ungkapnya.

"Saya akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila memang ada informasi yang sudah saya dapatkan secara bertanggung jawab. Terima kasih atas pengertiannya," pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus dugaan penipuan investasi emas Nellava Bullion tengah ditangani oleh Polda Bali dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga: H-5 Pendaftaran TKA SMA SMK 2026 Ditutup, Sudah Pilih 2 Mata Pelajaran? Ini Tips Menentukannya

Berdasarkan laporan Polda Bali per akhir September 2026, terdapat puluhan hingga ratusan korban dengan total kerugian dilaporkan bervariasi dari Rp6,8 miliar hingga mencapai sekitar Rp8,8 miliar.

Modusnya, para konsumen ditawarkan sistem pre-order (PO) pembelian emas dan perak dengan harga di bawah pasaran, serta mengajak korban bergabung sebagai distributor. ***