POJOKSATU.id - PEDANGDUT Dewi Perssik angkat bicara setelah dihujat netizen gegara ucapannya dalam Live TikTok, yang dinilai menyinggung korban banjir Aceh.
Lewat postingan Instagram Story-nya, Dewi Perssik, tetap merasa apa yang diucapkannya benar. Dia menilai netizen menonton potongan videonya tidak tuntas, hingga tidak memahami ucapannya yang viral di media sosial.
Dia menegaskan ucapannya yang emosi menyebut kata 'berisik', karena saat Live TikTok itu banyak yang menghujatnya dengan katak-kata kasar, saat dia memberikan apresiasi atas aksi TNI di Aceh, juga kunjungan Presiden Prabowo ke provisi Serambi Mekah itu.
Baca Juga: Jawa Barat Paling Banyak PHK Sepanjang 2025, Apakah JKP Sudah Aman Diklaim Buruh?
"Karena sebelumnya ada kata bangs*t, dan anj*ng saat saya live di Tiktok, kalau enggak, engak mungkin saya bilang berisik," ujarnya dilansir Senin, 22 Desember 2025.
DePe-sapaan akrabnya, mengklaim netizen marah, karena dirinya pro Prabowo. "Terserah aku pro sama Bapak Prabowo,"
"Kamu bisa lihat presiden kita, ini katanya demokrasi, bisa dong saya bersuara, berbeda, kalau aku menghargai presiden, tni, kenapa aku harus dikatain," tandasnya.
Dia mengatakan, banyak influencer yang telah membantu Aceh juga kerja sama dengan pemerintah. Disebutkannya, meski tidak datang ke lokasi bencana, tapi dirinya ikut menyumbang.
"Memang saya harus pamer saya donasi berapa, jadi yang kemarin kita galang dana sama TNI itu apa? Maksudnya kekmana, saya harus jadi roro jongrang? Kenapa marah dan ngamuk," tukasnya.
DePe menjelaskan, dirinya hanya tak ingin ada pihak yang mengadu domba pemerintah dan rakyat yang memberikan bantuan.
"Kita galang dana untuk saudara di Sumatra, padahal keluarga di Lumajang ada yang kena dan korban ada yang meninggal, kenapa bialngnya nirempati," sambungnya.
"Saya enggak datang ke sana, bukan berarti saya orang jahat, minimal tenaga saya enggak sampai di sana, rezeki saya sampai di sana, saya enggak berisik," ujarnya.
Pemilik Goyang Gergaji itu mengimbau netizen tidak melihat video Live-nya sepenggal.
"Nonton video jangan sepotong-potong, lihat apa yang diomongin, kalian memang literasi minim, niatnya enggak adu domba malah menghujat," sebutnya.
Sebelumnya, ucapan DePe yang jadi kontroversi adalah membandingkan Aceh yang telah dikunjungi Presiden Prabowo dengan Lumajang yang minim kunjungan petinggi negeri ini.
"Masih mending kamu (Aceh) didatangi sama Presiden tiga kali, kita Lumajang Jember belum didatangi, tapi enggak berisik," ujarnya.
DePe mengatakan netizen harusnya tidak perlu berdebat, melainkan harus bersinergi bukan menghujat pemerintah dan TNI.
"Apalagi anak aku di TNI, pagi, siang malam Bapak TNI jalan kaki memberikan bantuan, karena medannya kita lihat, tapi ya Allah, pada nirempati banget," ujarnya.
Baca Juga: Kapolsek Muara Batang Gadis Dicopot Buntut Dugaan Kelalaian Kaburnya Terduga Bandar Narkoba
Bahkan, dia menyindir ada pihak yang ingin jadi presiden dan memanfaatkan momen bencana. "Mungkin ada kepentingan, mungkin ada orang yang kepingin jadi presiden, tapi aku pribadi bapak Prabowo jadi presiden seumur hidup deh," ungkapnya.
Usai Live itu, netizen langsung menyasar kolom komentar akun Instagram Dewi Perssik.
"Kau kalau ga tau kondisi kami korban bencana Aceh janganlah berkomentar.Kau fikir dengan datang presiden kesana 2-3 x masalah disana selesai? Masih banyak warga kehilangan tempat tinggal, keluarga dan sanak saudara," komen netizen di akun sang biduan.
"Ga punya hati kah si @dewiperssik9? Korban nyawa udah seribu lebih, belum lagi yang hilang dan mengungsi, belum lagi yang kehilangan rumah dan harta benda, hidup mereka masih porak poranda,bisa-bisanya bilang korban2 itu berisik?," tulis netizen. ***


