POJOKSATU.id, ARTIS Chiki Fawzi mengkritik rencana pelaporan sutradara Dandhy Dwi Laksono Film Dirty Vote, serta tiga pemerannya, Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari ke Polri.
Chiki Fawzi menilai upaya pelaporan terhadap pembuat Film Dirty Vote sebagai bentuk kriminalisasi.
Bagi Chiki Fawzi pembungkaman terhadap Film 'Dirty Vote' adalah bentuk hancurnya kebebasan berekspresi.
"Politik riang gembira? Mungkin yang menyerukan ini yang sudah mengerakkan berbagai instrumen untuk menang. Hari ini pakai hitam karena #RIP freedom of speech," tulis putri musisi Ikang Fawzi dan Marissa Haque itu, di laman Instagram-nya.
Baca Juga: Alami Body Dysmorphia, Vidi Aldiano Minta Netizen Tak Komentari Tubuhnya yang Tambah Kurus
Animator andal ini menjelaskna dalam demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat.
"Tidak seharusnya seorang sutradara dan tiga pakar hukum di belakangnya dikriminalisasi dan dilaporkan polisi karena sebuah karya film," tukasnya.
Disebutkannya, film dokumenter explanatory itu hasil riset dan pemberitaan media yang sudah tersaji bebas untuk publik, yang dijahit dalam sebuah film bertajuk “Dirty Vote”.
"Gelisah. Kriminalisasi yang terjadi pada mereka, bisa terjadi pada siapa saja. Aku percaya pada demokrasi, dan kita bisa berupaya untuk melawannya di bilik suara. Lawan di bilik suara, mereka yang berusaha menekan," bebernya.
Pemilik nama lengkap Marsha Chikita Fawzi ini kemudian mengenang berbagai kerjaannya berguguran karena keputusanku ikut terlibat dalam kampanye Anies Baswedan.
Namun, dia merasa semuanya sepadan. "Karena seaktif apapun kita terlibat di kegiatan aktivisme, enggak akan bisa mengubah kebijakan. Unjuk rasa paling nyata adalah Pemilu," ungkapnya.
Dia menegaskan menang kalah tidak akan menghentikan langkahnya berjuang untuk Indonesia.
"Kita semua pejuang," pungkas Chiki Fawzi. ***

