POJOKSATU.id, PENYANYI dan animator Chiki Fawzi menumpahkan kekesalannya di media social terkait agenda seminar dengan mengundang tokoh Yahudi Amerika, Dr Ari Gordon di Masjid Istiqlal.
Chiki Fawzi menyoroti agenda itu terjadi di tengah ramainya kasus tokoh Nahdlatul Ulama (NU) bertemu dengan Presiden Israel. Dua momen yang seharusnya tidak terjadi saat genosida warga Gaza, Palestina masih terus berlangsung.
"Ini kita rakyat dianggap bodoh atau gimana yaa? Heartbreak banget liat kenyataan dijembrengin akhir-akhir ini. Why @masjidistiqlal.official kalian bikin acara untuk American Jewish Comitee (AJC) yang clearly stands with Israel?," tulis Chiki Fawzi di laman Instagram-nya.
Dia mempertanyakan pertemuan tokoh muda NU bertemu dengan Presiden Israel namun sama sekali tidak membahas Palestina.
"Why that so called sekelompok cendikiawan dan filsuf agama (yang juga kader ulama Istiqlal) ketemu presiden Israhell dan senyum-senyum diskusi tanpa bahas Palestina sama sekali (dari videonya hanya membahas hubungan relasi Indonesia-Israhell aja whatt). Crazy crazy crazy, di saat tengah terjadi PEMBANTAIAN Al-Mawasi dan Shati," ungkapnya.
Putri Ikang Fawzi ini masih tidak habis pikir dengan pertemuan tersebut, apalagi saat berfoto dengan wajah kegembiraan.
Baca Juga: Mobilnya Setahun Tak Dikembalikan, Kimberly Ryder Laporkan Sang Suami Edward Akbar ke Polres Jaksel
"Ratusan ribu orang dibunuh. Jutaan dipaksa mengungsi sejak Israhell menjajah Palestina dari tahun 1940an. Sadis banget kalian. Asik senyum-senyum Bahagia, bangga pula foto bareng orang-orang yang tangannya berlumuran darah. Tega. Dimana rasa kemanusiaan kalian?," bebernya.
Chiki menekankan bukan nasab Yahudi-nya dibenci, melainkan yang berbahaya adalah menjadikan mindset dan ideologi zionis sebagai pijakan berpikir dalam menalar segala sesuatu.
"Harus mampu membedakan ini dengan baik. Bukan manusianya, tapi perbuatannya. Yang dihisab itu perbuatan manusia. Bukan karena dia keturunan nasab bani Yahudi. Banyak juga keturunan Yahudi kontra zionis yang mengaktivasi demo di Amerika, Inggris, dan Eropa," tuturnya.
"Bahkan kemarin ada sekitar 35.000 Yahudi non Zionis menggelar petisi menghentikan genosida di Gaza agar mereka bisa hidup rukun berdampingan sebagaimana masa kekhilafahan Utsmaniyyah. Silahkan cek @jewishvoiceforpeace @jewsforceasefirenow dan komunitas Naturei Karta. Yuk google pasti ketemu," sambungnya.
Dijelaskannya Yahudi non-zionis tersebut paham bahwa ideologi zionis itu bukan dari ajaran Judaisme, tapi ideologi apartheid kulit putih yang dijejalkan Yahudi-Yahudi atheis seperti Theodore Herzl penggagasnya.
Dalam kasus NU, Chiki mengatakan keluarganya, ibunya Marissa Haque merupakan keturunan organisasi Islam itu. Dia juga memiliki banyak teman yang berada di NU, sehingga bukan NU yang dibenci tapi kelakuan oknumnya.
Baca Juga: Kritik Keras 5 Pemuda NU Temui Presiden Israel, Ustaz Felix Siauw : Menjijikkan Secara Kemanusiaan
"Bukan NU nya, tapi beberapa manusia di dalamnya. Jujur. Rindu NU jaman KH Hasyim Asy’ari, dimana izzah NU benar-benar dijunjung tinggi. Dan fatwa jihad di negri ini lahir dari orang sehebat beliau," paparnya.
"Jika pengikut NU benar-benar cinta sama Allah, maka ikuti ajaran Rasulullah dan para pendiri NU, bukan orang-orang di dalam strukturnya yang sekarang banyak terkena polusi aqidah. Sungguh fitnah akhir zaman nyata," pungkasnya. ***

