POJOKSATU.id, KARTIKA Putri menegaskan sakitnya bukan karena mitos seperti yang dikatakan netizen. Dimana, banyak yang mengaitkan penyakitnya dengan pernyataannya yang kontroversi juga perseteruannya dengan dr Richard Lee.
Kartika Putri menjelaskan sejatinya dirinya sudah lima tahun ini didiagnosa autoimune, dan telah menjalani stem cell dua kali.
Dan, minggu lalu, Kartika Putri mengakui minum pain killer untuk treatment. Dan, inilah dianggapnya sebagai penyebab sakitnya.
"Sepertinya aku imunnya lagi enggak ok, jadi alergi sama obat pain killer-nya. Alhasil muka aku dan mulut aku rumah dan melepuh," ungkapnya dikutip dari laman Instagram Story-nya, Jumat, 23 Februari 2024.
Saat ruam makin parah, dia sempat menjalani pengobatan di Jakarta, namun tidak berkurang. "Qadaraullah tidak perbaikan, makanya aku putusin untuk ke Singapura," sambungnya.
Tanggal 21 Februari 2024, dirinya langsung ke dokter Dermatology di Gleneagles Hospital. Kemudian diberi obat cream dan diminta balik tiga hari lagi.
"Alhamdulillah satu hari berobat di sini lukanya sudah enggak perih dan aku bisa makan. Bahkan sudah bisa ajak anak-anak aku main," ungkapnya.
Namun, hal yang membuatnya kecewa adalah di tengah sakitnya ada orang-orang mendoakannya buruk.
"Bisa-bisanya berkata dan berdoa buruk ketika ada orang yang sedang diuji dengan penyakit kayak aku, siapa sih yang mau sakit," tukasnya.
Baginya, orang seperti itu tak punya hati nurani. "Jujur sedih lihat ada orang sejahat itu. Semoga Allah tetap jaga hati kita semua ya untuk tidak men jadi orang yang zalim," jelasnya.
Dia mengingatkan doa baik akan mendatang hal baik dan sebaliknya. "So minta maaf banget ya buat kalian yang sudah doa jahat bahkan komentar kejam atas ujian yang Allah kasih ke aku," tandasnya.
Istri Habib Usman mengatakan bukan orang sempurna, namun dia berharap pembencinya mendulang dosa karena menghujatnya.
"Aku sayang kalian semua, semoga selalu sehat ya kalian. Segitu dulu ya semua, semoga Allah jaga kita dari orang hasad, hasut, dengki dan dzalim ya. Semoga Allah jaga diri kita untuk terus punya rasa empati antarsesama," pungkas Kartika Putri. ***

