POJOKSATU.id, PRESENTER Gilang Dirga mengungkapkan keresahan atas larangan jilbab bagi anggota Paskibraka Putri tahun 2024. Dia mengritik tajam Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Gilang Dirga bukan tanpa alasan bersuara. Dia merupakan mantan anggota Paskibraka, sehingga paham aturan larangan jilbab bagi Paskibraka Putri sangat mengusiknya.

Gilang Dirga menegaskan membuat aturan larangan berjilab bagi Paskibraka  putri adalah bentuk runtuhnya Pancasila itu sendiri yang dilakukan BPIP.

Usaha Gilang agar didengar tak main-main. Dia membuat video dari kamar rumah sakit. Karena dirinya baru menjalani operasi lutut, dan kondisinya belum pulih.

Baca Juga: Soal Larangan Berjilbab bagi Paskibraka Putri, Wanda Hamidah Ingatkan BPIP : Indonesia Bukan Perancis

"Paskibraka ada kaitan penting dalam hidup saya, karena saya pernah jadi anggota Pasikbraka di Provinsi Bengkulu tahun 2006, posisi saya penjuru kanan pasukan 17. Mudah-mudahan teman-teman tahu kenapa saya concern membuat video," ujarnya, Kamis, 15 Agustus 2024.

Gilang mengurai aturan yang dibuat BPIP di tahun 2022. Dimana dalam aturan nomor 3 tahun 2022 tentang Kelengkapan Seragam Paskibraka.

Disebutkan, untuk putri ada kelengkapan ciput warna hitam. Kemudian, poin 4 pakaian ciput bagi yang berjilbab dihilangkan pada tahun 2024.

Dia heran BPIP sejatinya paham dengan Pancilan, namun lupa isinya. Dimana, sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa.

"Mungkin Pak Yudian lupa yang dilakukan itu untuk penyeragaman tapi bapak lupa Indonesia beragam, dan selama ini tidak ada masalah. Tentu bapak tahu bagamana Pancasila ini dibentuk atas keberagaman bukan keseragaman," ungkapnya.

Baca Juga: Kritik Aturan Paskibraka Putri Lepas Jilbab, Mulan Jameela : Apakah Jilbab Mengganggu Proses Pengibaran Bendera?

Gilang mengingatkan bahwa Yudian pernah menjadi Rektor UIN dan sempat mengeluarkan aturan mahasiswi dilarang mengunakan cadar.

"Akhirnya peraturan itu bapak ubah sendiri, dari track record itu ada apa dengan pemahaman bapak dengan Pancasila," tukasnya.

Gilang juga menyoal pernyataan Ketua BPIP bahwa tidak ada paksaan melepas jilbab. Baginya itu tidaklah sepenuhnya benar menurut asumsinya.

"Anak-anak berjuang bertahun-tahun untuk bisa mengikuti seleksi tingkat nasional, ketika mereka mecapai apa yang mereka inginkan di tingkat nasional, mereka dihadapkan peraturan yang katanya enggak memaksa tapi harus nurut," bebernya.

"Bapak pikirkan tidak, gimana psikologi mereka. Yang katanya mereka dipersiapkan untuk menjadi cikal bakal pemimpin di masa depan, mereka dihadapkan di awal pada peraturan rancu yang tidak memihak," ungkapnya.

Baca Juga: Usai Insden KDRT yang Dialami Cut Intan Nabila, Keluarga Armor Toreador Akui Terpukul, Ujung-ujungnya Malah Minta Cabut Laporan

Dia juga mengenang bagaimana Pancasila lahir dari orang-orang hebat pada masa lalu seperti Soekarno, M Hatta dll.

Oleh karena itu, dia mendesak aturan lepas jilbab ditinjau ulang. "Saya mohon dengan gejolak di masyarakat, agar peraturan ini dipikirkan untuk diubah," tegasnya.

Gilang mengatakan selama ini banyak Paskibraka putri berjilbab yang menjalani tugas dengan baik.

"Kalau bapak ingin menyatukan Indonesia bukan seperti ini caranya. Jangan alergi dengan hal-hal yang bersifat agama. Justru yang bapak lakukan ini memecah ideologi Pancasila itu sendiri," pungkasnya. ***