POJOKSATU.id, AKTRIS Aurelie Moeremans mengenang saat bolak balik menolak tawaran masuk partai dan nyaleg. Dan, dia bersyukur dengan keputusan itu, karena miris dengan apa yang terjadi saat ini dengan DPR.

Aurelie mengatakan tawaran pertama kali masuk partai sejak tahun 2016 dari seorang artis senior yang tidak disebutkan namanya.

"Ingat berita sekarang, bikin aku bersyukur nolak-nolakin setiap tawaran masuk partai apapun. Karena, aku ditawari beberapa kali, pertama kali tahun 2016, ada seorang artis senior telepon ngajak ngopi," ujarnya dilansir dari akun Instagram-nya.

Baca Juga: Kompol Kosmas Kaju Gae Pikir-pikir Dulu Usai Dipecat Polri, akan Berbicara dengan Keluarga Besar

Saat itu, dia bingung mengapa tetiba artis senior itu mengajaknya minum kopi, karena selama ini tidak dekat. Terlintas di pikirannya, tentang pasti dirinya diajak masuk partai.

"Ternyata benar feeling aku, dia ngenalin aku ke bossnya di partai, terus dia ngajakin aku gabung," sebutnya.

Mirisnya, saat pertama kali pertemuan itu malah langsung diimingi-imingi tentang gaji dan tunjangan berapa yang akan diterima.

"Aku langsung dikasih tahu, sebulannya bisa dapat segini nih, ratusan juta, aku bingung dong," sambungnya.

Baca Juga: Banjir Apresiasi Netizen, Berikut Ini 17 Public Figure Turut Berbaur dengan Massa Demo : Bantu Logistik hingga Orasi

Pun, kebingungannya makin bertambah, tentang mengapa dirinya yang ditawarkan. Karena, dia tak mengerti politik. Tapi, lagi-lagi, dibujuk dengan berbagai cara.

Artis senior yang mengajaknya menyebutkan tugas yang akan Aurelie kerjakan tidak sulit.

"Katanya enggak apa (enggak ngerti politik), 'tenang aja, tugasnya gampang banget, kamu tinggal ngikuti bapak, bikin rame aja kalau ada acara'," kenangnya.

Tak hanya itu, Aurelie juga dijelaskan tentang bagaimana nantinya dipermudah jika ingin berbicara sama warga saat kampanye.

"'Nanti kita kasih tahu kamu harus ngomong apa. Sudah biasa dong hapalin teks, kamu kan artis'. Aku kayak boneka doang dong dikasih script, aku enggak mau dong, aku tolak," tegasnya.

Baca Juga: Sebanyak Rp105 Miliar dan 2,9 Juta US Dollar Diserahkan Keluarga Koruptor Adeline Lis Pada Kejati Sumut

Setelah penolakan itu, tawaran lain kembali berdatangan dari orang-orang yang berbeda. Hingga, pada momen terakhir paling tidak disangka dan miris.

"Terus terakhir paling gong, aku ditawari lagi, aku bilang aku enggak tertarik, aku bilang enggak ngerti kali politik," jelasnya.

Orang yang menawarkan itu membujuknya, salah satunya soal kemampuan Aurelie yang bisa lima bahasa.

"Kamu bisa lima bahasa itu bisa kepake, apalagi kalau meeting sama orang luar negeri," ujarnya mengulangi kalimat orang yang menawarkan.

Baca Juga: Danyon Brimob Pelindas Ojol Affan Kurniawan Dipecat dari Polri, Mukanya Terlihat Terkejut

Kemudian, Aurelie mencari alasan lain untuk menolak. Salah satunya tentang pendidikannya yang belum sarjana, karena selama ini sibuk syuting.

"Aku enggak sempat kuliah, malu kalau orang tahu. Dia bilang, 'enggak kok, banyak yang enggak kuliah biasa aja di sini'. Aku tetap enggak mau," sebutnya.

Penolakan itu kembali dibalas, bahwa orang itu akan bisa membantu Aurelie mendapatkan gelar sarjana, meski dengan cara yang salah.

"Dia bilang bagaimana 'kalau kamu kuliah, diatur kamu langsung S2 aja, nanti S1-nya udahlah kamu ikutin arahan aku aja, nanti kita bikin singkat aja, nanti kamu fokus S2 aja'," ungkapnya.

Baca Juga: Gus Ipul Menggarisbawahi Pentingnya Pengelolaan Anggaran Sekolah Rakyat sebagai Proyek Masa Depan Bangsa

"Emang bisa ya kayak gitu, aku mikir dong, kuliah aja bisa enggak ikut aturan, apalagi yang lain," ucapnya dan langsung menolak tawaran itu.

Dari pengalaman ini, Aurelie merasa sangat jelas banget ada masalah besar di sistem yang ada di Indonesia dan harus diubah.

Dan, karena belum tahu kapan akan berubah, dia berharap siapapun yang ingin jadi anggota dewan haruslah yang memang ingin bekerja, bukan karena uang.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

"Harapan aku untuk public figure sebenarnya siapa saja, mendapatkan tawaran speerti aku, kalau misal mau diterima jangan diterima karena uangnya cocok, karena gede banget, tapi karena kamu bisa kasih sesuatu bikin Indonesia lebih baik lagi, kalau enggak, lihat aja Indonesia sekarang kayak apa," pungkasnya. ***