POJOKSATU.id - Komika Pandji Pragiwaksono langsung merespon tudingan merendahkan masyarakat Toraja, setelah video stand up masa lalu kembali viral. Dia meminta maaf dan berjanji akan menjalani semua proses baik hukum negara dan adat.

Lewat postingan Instagram-nya, Selasa, 4 November 2029, Pandji Pragiwaksono menjelaskan, video viral membahasa masyarakat Toraja itu sejatinya adalah momen di tahun 2013.

Namun, meski video lawas, dia baru menyadari isi stand up saat itu kurang peka alias ignorant sehingga menyinggung masyarakat Toraja.

Baca Juga: Video Pandji Soal Toraja Viral: Komika Dituding Tak Peka Budaya, Lembaga Adat Siap Layangkan Somasi

"Dalam beberapa hari terakhir, saya menerima banyak protes dan kemarahan dari masyarakat Toraja terkait sebuah joke dalam pertunjukan Mesakke Bangsaku tahun 2013. Saya membaca dan menerima semua protes serta surat yang ditujukan kepada saya," tulisnya mengawali pernyataannya.

Pandji memaparkan telah berdialog dengan Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Senin malam, 3 November 2925, usai video itu viral.

"Dalam pembicaraan kami lewat telepon, Ibu Rukka menceritakan dengan sangat indah tentang budaya Toraja tentang maknanya, nilainya, dan kedalamannya," sebutnya.

Baca Juga: Sejarah Baru Terukir, Ansor Tangsel Sukses Gelar Susbalan Angkatan Pertama

"Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai," sambungnya.

Dia juga mengetahui soal ada tuntutan proses hukum saat ini. Diapun mengikhlaskan yang terjadi.

"Saat ini ada dua proses hukum yang berjalan: proses hukum negara, karena adanya laporan ke kepolisian, dan proses hukum adat. Berdasarkan pembicaraan dengan Ibu Rukka, penyelesaian secara adat hanya dapat dilakukan di Toraja," ungkapnya.

Baca Juga: BI Borong Surat Utang, Impor Naik Tanda Ekonomi Indonesia Sedang Panas atau Justru Mulai Tertekan?

Dia mengatakan, Rukka Sombolinggi bersedia menjadi fasilitator pertemuan antara dirinya dengan perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja.

"Saya akan berusaha mengambil langkah itu. Namun bila secara waktu tidak memungkinkan, saya akan menghormati dan menjalani proses hukum negara yang berlaku," tegasnya.

Dari kejadian ini, Pandji Pragiwaksono akan belajar jadi komika yang lebih baik.

"Saya akan belajar dari kejadian ini, dan menjadikannya momen untuk menjadi pelawak yang lebih baik, lebih peka, lebih cermat, dan lebih peduli," tuturnya.

Baca Juga: Andra Soni Gandeng Mahasiswa dan Seniman, Bukti Banten Makin Terbuka untuk Kolaborasi

Pun, dia berharap para komika lain berhenti membahas atau mengangkat nilai dan budaya dalam karya mereka saat stand up.

"Menurut saya, anggapan bahwa pelawak tidak boleh membicarakan SARA kurang tepat. Indonesia adalah negara dengan keragaman luar biasa: suku, agama, ras, dan antargolongan adalah bagian dari jati diri bangsa ini," bebernya.

"Yang penting bukan berhenti membicarakan SARA, tapi bagaimana membicarakannya tanpa merendahkan atau menjelek-jelekkan," tandasnya.

Baca Juga: Magang Nasional Rp106 Triliun: Harapan Baru bagi Lulusan Muda di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Pandji mengingatkan para komika tidak mengalami kejadian sepertinya.

"Semoga para komika di Indonesia terus bercerita tentang adat dan tradisi bangsa ini dengan cara yang lebih baik, lebih bijak, dan lebih menghormati," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pandji Pragiwaksono dianggap melontarkan candaan yang menyinggung tradisi pemakaman masyarakat Toraja, tentang “orang miskin dan mayat di depan TV”.

Lembaga Adat Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) menilai, pernyataan Pandji tidak hanya menyinggung tapi juga merendahkan nilai adat dan spiritualitas suku Toraja yang dikenal sangat menghormati proses kematian.

Baca Juga: Raisa Gugat Cerai Hamish, Hotman Paris Tawari sang Penyanyi jadi Aspri: Dijamin Kaya Raya

Ketua Umum Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST), Benyamin Rante Allo, menyebut pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum dan adat sebagai bentuk tanggung jawab Pandji. ***