POJOKSATU.id, SELEBGRAM Jennifer Coppen mengungkapkan perasaan kecewa bercampur sedih mendalam atas ulah haters, yang terus menerus menghujat perkara dirinya hamil di luar nikah.

Jennifer Coppen merasakan sakit hati karena Kamari, putrinya yang turut dihujat dengan sebutan 'anak haram'. Dia ikhlas dibenci atas tindakannya hamil di luar nikah, namun tidak terima anaknya diseret-seret.

Hal itu diungkapkan Jennifer Coppen lewat saluran pribadi di Instagram-nya, Rabu, 25 Desember 2024. Baginya, kehilangan suami Dali Wassink paling sangat menyesakkan, ditambah lagi hujatan netizen tak kunjung henti.

Tahun ini, Jennifer pun harus mengikhlaskan kumpul keluarga yang merayakan Natal tanpa suaminya.

Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Tahu Ini! Berikut Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil Muda

Jennifer yang penganut Islam, biasanya ikut kumpul dengan keluarganya dan kerabat Dali, namun tidak ikut merayakan Natal.

"Pertama kalinya ngumpul full satu keluarga. Which is setiap natal kita selalu lakuin booking villa terus stay bareng-bareng. Guys, aku enggak merayakan Natal seperti itu, ok, aku menghargai keluargaku yang merayakan ikut tukar kado dan makan saja," tulisnya.

"Tapi ya tahun ini enggak ada Papa Dali (sapaan Dali Wassink), sakit banget rasanya. Tidur sendiri di kamar tanpa Papa Dali. Makan malam keluarga tanpa dia. Jujur berat banget," sambungnya.

Jennifer mengatakan melihat komentar di TikTok soal dirinya, hingga mendapati komentar kasar soal Kamari.

"Terus pagi ini bangun baca di TikTok banyak yang komen jahat di video yang aku mau cari orang dengan akun Dona Giris. Bilang emang fakta Kamari anak haram. Sanksi sosial lah, apalah," jelasnya.

Baca Juga: Libur Nataru 2025, Karawang Punya Whoosh, Segini Tarif dan Cara Pemesanan Tiket

Dia heran mengapa netizen bisa sejahat itu. "Kalian tahu enggak sih apa yang sudah aku laluin. Jujur enggak apa-apa hujat aku aja,
please jangan anak aku," tegasnya.

"Anak aku enggak salah apa-apa, yang salah aku," timpalnya.

Jennifer mengatakan aku berusaha untuk memperbaiki kesalahan pada masa lalu dengan menjadi ibu terbaik untuk Kamari dengan membesarkan dan merawatnya.

"Aku bisa aja cuci tangan aborsi. Enggak akan ada yang tahu. Dan pura-pura jadi wanita suci. Tapi aku enggak mau. Aku manusia yang banyak dosanya. Membunuh anak, aku enggak bisa lakuin itu," bebernya.

Baca Juga: Harvey Moest Divonis 6.6 Tahun Penjara, Sandra Dewi Hapus Foto Suami Dari Instagram?

Oleh karena itu, Jennifer mengatakan dari awal saat tahu hamil, dia langsung putuskan untuk mempertahankan anaknya, meski saat itu belum tahu apakah Dali akan mau bertanggung jawab apa tidak.

"Aku mengikuti aturan Islam dimana menikah bolehnya setelah lahiran. Jadi enggak apa-apa, aku terima sanksi sosial itu," sebutnya.

"Hamil 9 bulan dihujat sana sini. Sampe nge-ffecf ke mental aku yang hancur banget sekarang. Aku terima semua," timpalnya.

Namun, dia kecewa setelah Papa Dali meninggal pun, dirinya masih saja dihujat.

"Kalian yang hujat tuh ngomongnya dipikir dulu ga sih, kalian yang sembunyi di balik layar hape mikir ga sih," tandasnya.

Baca Juga: Cara Mengecek Kuota Sekolah SNBP 2025 dan Pembagian Kuota Siswa Eligible, Ada Kuota Tambahan bagi Sekolah Penguna e-Rapor

Dia mengungkapkan tentu tidak bisa meladeni haters satu persatu, tapi dia berdoa ke Allah untuk membalas perbuatan haters yang jahat.

"Untuk yang sudah baik selama ini. Aku juga berdoa semoga kebaikan kalian dibalas sama Tuhan. Makasih yang sudah selalu belain Kamariii. Ga usah aku ga apa-apa, yang penting Kamari aja," tuturnya.

Jennifer mengingatkan netizen terutama yang menghujat, bahwa cobaannya dalam hidup ini tidak mudah.

"Intinya buat yang hujat. Belum tentu kamu dikasih cobaan seberat ini bakal kuat. Mungkin kalau aku bukan orang yang kuat aku udah bundir," jelasnya.

"Semoga kalian yang hujat bisa tidur nyenyak setiap malam, ingat Tuhan dan malaikat mencatat perbuatan kalian, jadi tunggu di akhirat nanti ya," pungkas Jennifer Coppen. ***