POJOKSATU.id, FILM 'Pengepungan di Bukit Duri' akan tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 17 April 2025. Ini adalah karya terbaru sutradara ternama Joko Anwar dan produser Tia Hasibuan.

Joko Anwar mengakui film 'Pengepungan di Bukit Berduri' sangat spesial, karena mengangkat cerita yang tak biasa dari karya sebelumnya yang condong ke arah horor dan percintaan.

Film 'Pengepungan di Bukit Duri' mengangkat isu tentang isu penting yang kerap terjadi saat ini, diantaranya tentang kekerasan dan intoleran. Dimana, menggambarkan tentang Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja.

"Film ini paling spesial sepanjang karir aku sebagau sutradara. Karena membicarakan soal negara. Jadi film ini menghibur, syor kali untuk ditonton. Tapi membawa isu yang sangat penting, isu kekerasan, masyarakat kita dekat kekerasan. Sekarang budaya kekerasan itu bukan cuma di kalangan orang tua tapi anak-anak muda juga," ujarnya di sela-sela Study Tour film tersebut di salah satu bioskop di Medan, Senin malam, 14 April 2025.

Selain itu, Joko Anwar mengatakan beberapa masyarakat Indonesia masih intoleran, tidak bisa menerima perbedaan. "Bentrok antar agama, bentrok antar suku. Film ini spesial, khusus, istimewa karena membicarakan hal-hal yang kalau selama ini aku buat film hiburan, horor, jadi berkesan," jelasnya.

Baca Juga: Benarkan Kim Seokjin Bakal Comeback Bulan Depan, Bighit Music Sebut Member BTS Itu Sedang Persiapkan Album Baru

Sutradara asal Medan ini mengungkapkan film ini tentang rakyat, bukan secara tegas menentang pemerintah. Ini adalah kegelisahan sebagai warga yang miris melihat masih adanya fasilitas pendidikan yang minim di pinggiran, sementara di sisi lain banyak kasus siswa melawan guru.

"Guru sama murid berantam, murid mukulin gurunya. Kritiknya karena pemerintah tidak mengcover itu," timpalnya.

Dia melihat sejak 2025, pendidikan hanya dijadikan prioritas pendukung dan anggaran dikurangi.

"Ini jadi keresahan kita. Kalau kita punya empati kita akan resah ada berita murid memukuli siswa. Kalau aku santai, hidup aku enggak di sekolah lagi, tapi kita enggak boleh begitu sebagai rakyat, kita harus peduli sama orang lain," tuturnya.

Film 'Pengepungan di Bukit Duri' menggambarkan tentang Indonesia di tahun 2027, artinya dua tahun mendatang. Meski ini film, Joko mengatakan kondisinya bisa sama chaosnya seperti karya yang ditulisnya sejak 2007 itu, jika pemerintah tidak memprioritaskan pendidikan.

Baca Juga: Cantik, Dingin, Ganas! Panduan Pro Main Aurora Revamp Mobile Legends 2025, Auto Bekukan Musuh!

"Dua tahun lagi kalau kita tidak memprioritaskan pendidikan, kita akan sangat terpuruk, karena sekolah itu bukan hanya tempat belajar mengajar saja. Anak-anak banyak berantam, gang motor, ini artinya mereka enggak takut dengan penegak hukum, bahaya kalau enggak ada lagi yang ditakuti," bebernya.

“Pengepungan di Bukit Duri” menjadi kolaborasi pertama antara rumah produksi Indonesia, Come and See Pictures, dan studio Hollywood, Amazon MGM Studios di Asia Tenggara.

Dengan sinematografi dan produksi desain kelas dunia, film ini menciptakan versifiksi Indonesia di masa depan yang mencekam dan terasa nyata, penuh ketakutan, namun tetap memancarkan harapan.

Sinopsis

Final trailer dibuka dengan adegan-adegan yang tampaknya baik-baik saja: siswa sekolah bercengkrama, warga yang bersuka cita. Namun, semua itu tampak semu. Bel sekolah menjadi alarm bahwa situasi berubah. “Tapi luka takkan hilanghanya dengan dilupakan.”

Baca Juga: Polisi Dalami Keterkaitan Uang Palsu Sekar Arum Widara di Jakarta Pusat

Final trailer film “Pengepungan di Bukit Duri” menunjukkan perubahan suasana. Musik ceria kini sirna. Tak ada lagi tawa. Terjadi kerusuhan di mana-mana. Kekerasan merajalela, dan yang tersisa adalah kecemasan. 

Film ini dibintangi oleh Morgan Oey, Omara Esteghlal, Hana Pitrashata Malasan, Endy Arfian, Fatih Unru, Satine Zaneta, Dewa Dayana, Florian Rutters, Faris Fadjar Munggaran, Sandy Pradana, Raihan Khan, Farandika, Millo Taslim, Sheila Kusnadi, Shindy Huang, Kiki Narendra, Lia Lukman, Emir Mahira, Bima Azriel, Natalius Chendana, dan Landung Simatupang.

“Pengepungan di Bukit Duri” mengikuti kisah Edwin (Morgan Oey). Sebelum kakaknya meninggal, Edwin berjanji untuk menemukan anak kakaknya yang hilang.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,8 Kejutkan Warga Garut, BMKG Ungkap Kecil Kemungkinan Adanya Susulan

Pencarian Edwin membawanya menjadi guru di SMA Duri, sekolah untuk anak-anak bermasalah. Di sana, Edwin harus berhadapan dengan murid-murid paling beringas sambil mencari keponakannya.

Ketika akhirnya ia menemukan anak kakaknya, kerusuhan pecah di seluruh kota dan mereka terjebak di sekolah, melawan anak-anak brutal yang kini mengincar nyawa mereka.

Jangan lupa saksikan film 'Pengepungan di Bukit Duri' pada tanggal 17 April 2025. ***