POJOKSATU.id - Kasus pelecehan dan kekerasan yang diduga dilakukan Betrand Peto, putra Ruben Onsu, terus menjadi sorotan publik. Terlebih, pada Minggu, 13 Sepetmber 2026, perempuan yang mengaku korban muncul ke publik.
Didampingi pengacara, dua korban, satu diantaranya inisial ANW yang mengaku dilecehkan Betrand Peto, dan satu lainnya yang mengalami luka di telinga diduga akibat kekerasan dari teman Betrand.
ANW mengungkapkan kronologi sampai bertemu dengan Betrand Peto, yang terjadi kelab malam di kawasan SCBD. Dia datang bersama temannya pukul 02.00 WIB pada 12 September.
Baca Juga: Delapan Bandara Tutup karena Abu Vulkanik, KDM Nyatakan Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif
Lalu, saat tiba di lokasi, dia mengaku ada staf kelab yang mendatanginya dan bertanya apakah mau masuk ke private room yang diisi Betrand Peto dan temannya.
"Kita datang ke sana, happy, ketemu teman-teman. Tiba-tiba, ada salah satu staf kelab tersebut yang bilang, 'mau enggak ngeramain room si BP," ujarnya di hadapan awak media.
"Aku enggak pernah berpikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu," sambungnya.
Dia beralasan mau masuk ke room itu, lantaran waiter menjamin kondisi aman. Namun, menurutnya yang terjadi sebaliknya.
"Terus saya duduk di sofa, samping saya BP, tiba-tiba BP naik tangan, saya saya enggak pernah ada pikiran negatif," tuturnya.
Baca Juga: Tiga Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan Diyakini Juga Penganiaya Fatur di Pejompongan
"Saya kira dia ngajak saya ngecek teman saya di toilet kenapa lama, ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin," sebutnya.
ANW mengatakan, tidak dalam keadaan mabuk saat kejadian meski minuman dibagikan di room itu oleh pelayan kelab . Tetapi, dia tidak mengingat apakah Betrand dalam pengaruh alkohol.
Dia memastikan tidak sempat banyak bicara dengan Betrand di lokasi. "Enggak ngobrol, hanya say hello, karena kita diundang di room itu, kiuta menghargai yang punya room, kita joget bareng, minum aja," katanya.
Kuasa hukum ANW menambahkan, kliennya dipaksa berhubungan badan (HB) dan alami kekerasan di depan toilet itu.
"Intinya dia tarik ke toilet dipaksa untuk berhubungan badan dan dilakukan kekerasan, makanya dilakukan visum," ujarnya.
Baca Juga: Temuan Tim SAR Helm Plastik dan Jeriken Biru Tak Terkait dengan Lima Jurnalis Hilang
Hasil visum itu, nantinya akan menjadi penguat laporan. Pengacara juga membawa bukti luka yang dialami kliennya.
"Bukan hanya pelecehan tapi ada juga pemaksaan, ini ada hasil visum, untuk hidungnya yang katanya dibenturkan, di leher (ada bekas luka). Kemudian tangannya biru, ada memar, ada pemaksaan, tangannya ditahan. Dan, besok klien kami diperiksa di Polda Metro sekitar jam 11," bebernya.
Akibat dugaan pelecehan itu, disebutkan di lokasi kejadian berkembang menjadi keributan antara ANW dan salah satu teman Betrand.
Dan, disebutkan pengacara ANW bahwa teman Betrand diduga melakukan kekerasan ke teman ANW hingga mengalami luka di telinga. "Temannya BP yang melakukan kekerasan terhadap teman AW, yang kupingnya terbelah," tegasnya.
Seperti diketahui, kasus ini kali pertama terungkap, saat Betrand telah diketahui telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Untuk sementara, pihak Ruben Onsu melalui pengacara Minola Sebayang, menjelaskan Onyo-sapaan Betrand Peto, tidak terlibat perkelahian melakukan temannya.
"Onyo tidak terlibat perkelahian, karena dia ada di ruangan. Yang berkelahi itu temannya Onyo," sebut Minola.
Minola juga menjelaskan telah menghubungi teman Onyo. "Saya sudah telepon temannya Onyo. Katanya Onyo tidak terlibat dalam perkelahian atau keributan itu. Dia ada di tempat yang lain, di ruangan atau apa saya kurang paham. Makanya dia (temannya) juga bingung, kenapa Onyo yang dilaporin," ungkapnya.
Ruben Onsu Minta Maaf
Di sisi lain, Ruben Onsu memohon maaf atas pemberitaan yang terjadi. Dia berharap publik tidak langsung mengambil kesimpulan.
Baca Juga: Viral Video Diduga Anggota DPRD Purwakarta Ditempat Dugem, Ditemani Wanita Penghibur dan Miras
Namun, Ruben memastikan, Betrand Peto berusaha untuk tetap kooperatif dan memberikan keterangan serta melakukan hal-hal yang diperlukan dengan sebaik-baiknya.
Sekali lagi, kami memohon maaf atas adanya pemberitaan tersebut dan atas segala hal yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan. Terima kasih atas pengertian dan perhatian semuanya," pungkasnya lewat postingan Instagramnya, Minggu, 13 September 2026. ***

