POJOKSATU.id, LARA Raj, member grup Katseye bentukan HYBE Amerika, membuat geger dunia hiburan K-Pop. Pasalnya, terang-terangan mengaku sebagai bagian dari LGBT.
Hal tersebut diungkapkan Lara Katseye saat berkomunikasi dengan fans di aplikasi Weverse. Sontak apa yang dilakukan idol keturunan India itu bikin kaget hingga kritikan.
Lara yang masih berusia 19 tahun itu mendadak membahas orientasi seksualnya selama percakapan dengan penggemar, dan mengaku mengetahui orisentasinya sejak berusia delapan tahun.
"Saya tahu saya ketika saya berusia delapan tahun, jadi saya benar-benar menginginkan semua orang," ujarnya dilansir dari Korea Herald, Selasa, 25 Maret 2025.
Lara mengatakan awalnya khawatir bahwa seksualitasnya dapat memengaruhi peluangnya untuk memulai debutnya dengan Katseye, yang dibentuk melalui acara audisi 2023 "The Debut: Dream Academy", satu proyek bersama antara HYBE dan Geffen Records yang berbasis di AS.
HYBE sendiri tidak memberikan komentar resmi tentang masalah ini, karena dianggap sebagai masalah pribadi sang artis.
Namun, apa yang dilakukan Lara ini telah jadi pro dan kontra di kalangan fans K-Pop. Banyak yang menyayangkannya harus mengumumkan ke publik soal orientasi seksualnya, mengingat itu masalah pribadi.
Apalagi, untuk fans Katseye di beberapa negara yang jelas melarang LGBT dan jelas dilarang dalam agama apapun.
Dan, sangat langka artis berafilitasi dengan Korea melakukan seperti yang dilakukan Lara.
Seorang pejabat dari salah industri K-pop utama mengatakan berita itu mengejutkan dan kemungkinan akan menimbulkan tanggapan yang bervariasi tergantung pada wilayahnya.
"Persepsi publik tentang minoritas seksual di Korea telah meningkat pesat, karena Anda dapat melihat banyak acara TV yang dibintangi oleh mereka (orang-orang LGBTQ+) akhir-akhir ini," kata pejabat.
Kritikus musik Lim Hee-yun menyebut ini sebagai cerminan dari dualitas K-pop. Sebab, menurutnya fiksi penggemar yang berputar di sekitar hubungan sesama jenis telah ada sejak generasi pertama dan kedua grup K-pop. Namun, identitas ini tetap tersembunyi atau ditekan dalam citra publik. ***

