POJOKSATU.id, MUSISI dan pecinta alam Fiersa Besari memberikan pernyataan dan kronologi terkait tragedi Carstensz Pyramid. Di mana, dia termasuk dalam rombongan dua pendaki yang meninggal Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono.

Fiersa Besari selamat dalam tragedi Carstensz Pyramid ini. Namun, dia sangat sedih mendapati kabar meninggal dua pendaki perempuan tersebut.

"Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," ungkap Fiesra Besari dalam unggahan Instagram-nya, Senin, 3 Maret 2025.

Baca Juga: PRANK LAGI, Kemedikdasmen BANTAH P5 DIGANTI P7, Kata Abdul Mu'ti Sekolah Tetap BEBAS MEMILIH Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2013

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," sambungnya.

Dia meminta maaf baru muncul ke publik dan mengabarkan perihal situasi Carstensz Pyramid, yaitu puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain Puncak Jaya.

"Karena kami yang berada di Basecamp Yello (YV) pun merasa sangat syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi," sebutnya.

Baca Juga: Hentikan Huru Hara antar Fansnya dan Penggemar Fuji, Aisar Khaled Meminta Maaf atas Kelakukan Karyawannya

Fiersa mengabarkan kondisinya baik-baik saja, dan baru sampai Timika. "Saat ini, saya dan Furky Syahroni baru tiba di Timika, Papua Tengah (3 Maret 2025), setelah tertahan di YV terkait cuaca buruk yang berdampaik pada lalu lintas helikopter (satu-satunya akses resmi ke YV untuk saat ini adalah helikopter). Kondisi kami alhamdulillah stabil," ungkapnya.

Untuk kronologi, dia enggan menjelaskan secara detail, karena kronologi lengkap telah beredar luas dari pihak terkait. Namun, dia menambahkan cerita dari versinya saat kejadian agar lebih lengkap.

Dia mengatakan meski satu rombongan, dirinya tak dua pendaki yang meninggal dunia berada di tim yang berbeda.

Baca Juga: Usai Tolak Tawaran Jadi Duta Polisi dan Sempat Diintimidasi, Begini Kondisi Grup Band Sukatani

"Adapun, jika boleh melengkapi informasi, saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang. Sementara, Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang (berbeda tour operator)," jelasnya.

"Kami ditemani para guide. Selain kami, dan tamu-tamu WNA hari itu (28 Februari 2025), ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki," lanjutnya.

Fiersa ingin memberikan informasi yang mungkin belum diketahui publik atau kurang familier dengan dunia pendakian.

"Carstensz Pyramid berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya. Medan tebing curam dengan ketinggian 600-an meter (basecamp YV 4200-1n MDPL-Puncak Jaya 4884 MDPL), mewajibkan kita untuk lancar menggunakan alat-alat tali utnuk naik dan turun (ascending dan rappelling( sebagai safety procedure," bebernya.

Baca Juga: Banyak Dapat Review Negatif, Victor Agustino Klarifikasi Sudah Bukan Bagian dari Restoran Rindu Rasa

"Sebagai catatan di ketinggian di atas 4000-an MDPL, apalagi dalam cuaca buruk, kita memang tidak boleh diam terlalu lama. Sebab rentan terkena hiportemia," timpalnya.

Fiersa mengurai bahwa rangkaian tragedi yang menimpa para korban baru diketahuinya saat tiba di basecamp YV.

"kami tiba 28 Februari 2025-22:48 WIT, dapat kabar 1 Maret 2025-sekitar 04 WIT). Kaget dan sedih tapi bersama orang-orang di YV, mengontak korban yang terjebak dengan menggunakan HT agar tetap merespon, sampai akhirnya mereka dijemput oleh relawan-baik lokal ataupun internasional-pada 1 Maret 2025. Alhamdulillah ketiganya selamat, meski sempat kritis," tuturnya.

Dia mengatakan postingannya di Instagram adalah sebatas pelengkap kronologi dari sudut pandang dan pengalaman saya sendiri yang bisa diperiksa kembali dari berbagai pihak.

Baca Juga: Pebalap Muda Astra Honda Tampil Ganas di Putaran Perdana IATC 2025 Buriram

"Saya juga ingin berterima kasih kepada semua pihak yang sangat suportif dalam proses evakuasi, terutama seluruh kru dan pendaki di YV," sebutnya.

Akhir kata, Fiesra berharap netizen dapat menahan jari untuk mengeluarkan asumsi, teori, apalagi komentar nirempati.

"Pakai energi untuk berdoa. Beri ruang untuk keluarga dan kerabat untuk berpulang untuk berduka. Terima kasih banyak atas perhatiannya. Salam lestari, Fiersa Besari," tutupnya. ***