POJOKSATU.id, OWNER skincare Maharani Kemala terseret dalam huru hara produk kecantikan setelah namanya masuk daftar donatur Rp10 miliar untuk penjarakan Nikita Mirzani, yang disebar akun Instagram @suaranetizenind_.
Ya, di postingan akun pembela Nikita Mirzani itu, foto Maharani Kemala disandingkan dengan para owner skincare musuh Nikita yaitu Reza Gladys, Shella Saukia, dan Heni Sagara.
Mereka ini disebut sebagai pendana Rp10 miliar yang diberikan ke polisi agar menangkap ibunda Lolly itu.
Jelas Maharani Kemala kaget. Dia tidak menyangka, sikapnya diam dan tidak ikut dalam huru hara per-skincare-an tanah air malah tetap terseret.
Baca Juga: Selebgram Yokke Ngaku Ditangkap seperti Teroris, Fitri Salhuteru : Ya, Dia Teroris bagi Saya
"Banyak notifikasi masuk menceritakan bahwa saya adalah donator, ya benar saya donatur untuk memberantas cream abal-abal. Karena saya seorang ibu ga mau melihat nanti ke depan generasi Indonesia rusak, karena penggunaan cream berbahaya," ungkapnya, dikutip Pojoksatu.id dari Instagram-nya Minggu, 9 Maret 2025.
Dia mengaku heran, sikapnya yang menentang skincare abal-abal malah kena fitnah.
sedih rasanya di jalan yang benar di fitnah, dan malah yang akhirnya menang adalah mafia mafia sesungguhnya," tukasnya.
Dia menyebutkan di bukan Ramadhan ini juga terus mengedukasi penggunaan skincare yang baik sesuai standar BPOM RI. Tujuannya supaya reseller teredukasi dengan baik dan tidak salah penyampaian ke customer.
Maharani mengatakan sayang sekali uang Rp10 miliar dibuat seperti yang dituduhkan. Baginya, uang sebesar itu lebih baik dipakai untuk hal bermanfaat.
"Rp10 Miliar di aku jadi aset produktif, bisa beli sawah di Tabanan berhektar-hektar, tanam padi biar ekosistem tetap bagus di Bali, saat panen padi kita kasi ke petani kita nikmati juga," ungkapnya.
"Dikira Rp10 M itu sedikit, dikira metik uang atau gimana? Ekonomi Indonesia juga lagi enggak baik baik aja, masa dibilang nyogok polisi. Polisi mana yang disogok Rp10 M, kasihan citra polisi," tuturnya.
Maharani sendiri tak tinggal diam atas tuduhan ini. Dia mengirimkan pesan ke akun suaranetizen, namun belum direspon.
Baca Juga: 20 Ribu Warga Kayurigin Bekasi Terdampak Banjir, PT Migas Salurkan Bantuan
"Minta bukti donk, jangan memperkeruh suasana. Kalau kalian 10 M bisa jadi apa aja? Ya Tuhan banyak banget itu uang," sebutnya.
Di samping itu, Maharani juga meminta konsumennya untuk memberikan testimoni setelah memakai skincare-nya, agar jelas apakah produknya berbahaya atau tidak.
"Karena konsumen boleh mengetahui produk yang mereka beli itu benar aman atau enggak. Kami sangat terbuka, demi skincare Indonesia bersih lagi, dan melindungi konsumen," jelasnya.
Dengan cara ini, sahabat Ivan Gunawan itu berharap produknya tidak dimasukkan dalam tuduhan skincare abal-abal.
"Semoga kita dijauhkan dari fitnahan dan sabotase-sabotase dari mafia merkuri yang lagi duduk makan popcorn, melihat orang lagi berantem, mungkin mereka geram sama Maharani Kemala, kenapa Maharani ini creamnya mirip inggridient Korea dan Jepang mungkin gitu kali ya," pungkasnya. ***

