POJOKSATU.id, ARTIS dan politisi Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan akan memperjuangkan hak almarhum Nasrullah alias Mat Solar alias Bajuri, yang semasa hidup menyimpan persoalan hak tanah yang belum terselesaikan hingga akhir khayat.
Rieke Diah Pitaloka mengatakan baru mengetahui, kalau tanah Mat Solar dipakai pemerintah untuk pembangunan Tol Serpong Cinere, namun hingga kini belum dibayarkan haknya.
Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan hal tersebut saat melayat ke rumah duka Mat Solar di Jalan H Saidin No. 73 RT 06/03 Bambu Apus Pamulang, Tangerang Selatan dan ikut nyekar saat pemakaman di TPU haji Daiman, Cimanggis Ciputat.
Rieke menjelaskan amanah dari Mat Solar akan berusaha diwujudkannya. "Mungkin sahabat saya ini sampai akhir khayatnya memperjuangkan tanah yang memang hasil kerja kerasnya," ujarnya kepada wartawan.
"Apakah saya bisa memperjuangkannya atau tidkak, tapi akan terus memperjuangkannya," sambungnya.
Dia mengatakan dari kasus Mat Solar ini, bisa menjadi pembuka mata semua pihak bahwa dalam proses pembangunan infrastruktur warga menjadi korban. Dia berharap tidak ada korban lainnya.
Pun, dia mengatakan baru mengetahui kalau tanah Mat Solar yang dipakai pemerintah untuk pembangunan tol belum dibayar. Karena sahabatnya itu tidak pernah cerita.
"Saya baru tahu tanahnya belum dibayar, itu tanah yang dulunya empangnya dia, kalau pulang syuting, atau lagi pengen santai di empang itu, empang itu jadi tol," sebutnya.
Oleh karena itu, dia berharap, hak Mat Solar bisa dibayarkan segera ke ahli waris. "Karena ini hak almarhum dan hali warisnya, mudah-mudahan negara hadir, bayar utangnya ke bang juri, beresin sengketa, bereskan," tegasnya.
Dalam postingan Instagram-nya, pemeran Oneng istri Mat Solar di sinetron Bajaj Bajuri itu mengungkapkannya agar Dirut Jasa Marga, Subakti Syukur, mau menyelesaikan masalah ini sebelum Lebaran.
"Besok sidang perdana perdata di PN Tangerang, Idham (putra Mat Solar) yang wakilin Abang di sidang. Bismillah, Bang," timpalnya.
Rieke mengaku bersalah, karena belum bisa menuntaskan kasus itu sebelum Mat Solar meninggal dunia.
"Maafin Oneng ya Bang, belum bisa penuhin janji Oneng ke Abang. Maafin juga selama kita bersahabat Oneng sering bikin kesal. Ikhlaskan semua, Bang. Abang udah ngga sakit lagi sekarang. Pulang dengan tenang bertemu Sang Khalik. Kalau Abang ketemu Emak, bilangin Oneng kangen sama Emak," tuturnya.
Sementara itu, Rieke mengungkapkan dirinya sempat membuat surat terbuka membahas kasus tanah Mat Solar sebelum yang bersangkutan meninggal dunia.
Dia tak menyangka surat terbuka itu dibalas dengan kabar meninggalnya Mat Solar keesokan harinya.
Di unggahan Instagram-nya, Rieka menuliskan tajuk 'Tol Serpong Cinere'.
Baca Juga: 3 Polisi Tewas Gerebek Sabung Ayam di Way Kanan, Pemicu Tembakan Berbeda Versi Polda dan Kodam
Dia menjelaskan pembayaran tanah Mat Solar (1.313 m2) yang dipakai negara buat Tol Serpong Cinere, masa dari tahun 2019, namun belum beres hingga sekarang.
Disebutkannya, saat di rapat Komisi VI DPR RI sama Dirut PT Jasa Marga, Subakti Sukur, sudah ditagih utang negara itu.
"Oneng bilang, kalau ngga ada penetapan konsinyasi (PT.Cinere Serpong Jaya anak perusahaan Jasa Marga dan Kementerian PU) di 16 Desember 2019, kagak bakalan kejadian kaya gini," tukasnya,
Surat PN Tangerang No.201/Pdt.PCons/2019/PN.Tng, 23 Desember 2019 menetapkan ganti rugi pada PN Tangerang atas bidang tanah Bidang Nomor 258 B2 seluas 1.313 m2 senilai Rp.3.338.214.930 untuk dilakukan penitipan ke pengadilan.
"Oneng sama Idham (anak Bang Juri) udah cek kronologis dan dokumen. Kan dari Juni 2019 sudah ada Akta Jual Beli, jadi alas hak jelas. Ada kwetansi jual beli dan surat pernyataan tidak sengketa dari ahli waris Pak Haji. Ngapain surat keputusan PN, Desember 2019, masih seperti itu," tandasnya.
Dia mengatakan sulit menerima Mat Solar harus mengalami hal itu bertahun-tahun. "Oneng enggak terima Abang ngalamin kaya gini. Oneng tahu itu tanah Abang beli dari ngumpulin honor shooting. Enggak ikhlas pokoknya," tegasnya.
Rieke mengatakan Mat Solar kena strooke dari 2017. Waktu awal kejadian ada yang datang ke rumah, tapi Mat Solar tidak ada yang dampingi.
"Sakit hati Oneng, Bang. Oneng tahu kerja kerasnya Abang buat bisa beli itu tanah," timpalnya.
Kini, kasus itu harus ditempuh lewat sidang perdata dengan tergugatnya BPN, PT.Cinere Serpong Jaya, Pejabat Pembuat Komitmen dari Kementerian PU dan Pak Haji.
"Tadi Oneng tegaskan berdasarkan Pasal 6 UU Pokok Agraria dan UU No.2/2012 tentang Pengadaan Tdanah untuk Kepentingan Umum. Sudah jelas dinyatakan Pengadaan tanah adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara MEMBERI GANTI RUGI YANG LAYAK dan ADIL KEPADA PIHAK YANG BERHAK!," ungkapnya.
Tanggal 19 Maret 2024 sidang pertama dan di rapat Dirut PT Jasa Marga janji mau cepat menyelesaikan kasus ini.
"Janjinya di rapat terbuka bilang sebelum lebaran udah selesai (semoga sampai pembayaran). Bang Juri, jangan berkecil hati ya. Kita ikhtiar terus. Oneng perjuangin semampu Oneng. Oneng uber terus. Jangan-jangan bukan cuma Abang yang ngalamin diutangin negara kaya gini. Bismillah," pungkasnya.
Seperti diketahui, Nasrullah atau akrab disapa Mat Solar meninggal dunia Senin malam, 17 Maret 2025 sekira pukul 22.30 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan. ***

