POJOKSATU.id - Pada 28 September 2023, akan ditayangkan film "Di Ambang Kematian" yang diproduksi oleh MVP Pictures dan diangkat dari kisah nyata.

Film ini diangkat dari sebuah thread di platform Twitter berjudul "Di Ambang Kematian".

Thread ini pertama kali diungkapkan pada tanggal 15 April 2022 oleh pengguna @Jeropoint dan telah dilihat lebih dari 10 juta kali.

Kisah ini akan disajikan dalam audio visual yang menarik melalui arahan sutradara Azhar "Kinoi" Lubis.

Baca Juga: Drama Korea The Deal Akan Tayang Oktober, Kepoin Dulu Sinopsisnya di Sini!

Skenario untuk film "Di Ambang Kematian" dikembangkan oleh penulis muda bernama Erwanto Alphadullah.

Selain diadaptasi menjadi film, thread ini juga diangkat dalam bentuk novel dengan judul yang serupa.

Pemilik akun @Jeropoint tidak hanya menulis thread, juga berkontribusi dalam penulisan skenario film bersama Erwanto Alpha Dullah.

Kemudian melakukan adaptasi dari untaian pesan yang viral tersebut yang aslinya ditulis oleh Jeropoint.

Sutradara Azhar "Kinoi" Lubis menekankan bahwa membuat film ini menghadirkan tantangan tersendiri.

Mengadaptasi cerita dari Twitter memberi kebebasan pada pembaca untuk membayangkan versi mereka sendiri.

Baca Juga: Film Petualangan Sherina 2: Cerita Baru Petualangan Hebat Masa Dewasa, Tayang Sebentar Lagi!

Oleh karena itu, tugas mereka adalah menghasilkan gambaran yang sejajar dengan harapan para pembaca.

Dengan semangat besar dari tim produksi dan pemeran, mereka bekerja keras untuk mempertahankan kualitas narasi dan elemen visual yang sudah dibangun.

Walaupun latar cerita awalnya terjadi di Sidoarjo, proses pengambilan gambar dilakukan di Kota Tegal dan Slawi, Jawa Tengah.

Hal itu dikarenakan beberapa adegan tidak dapat difilmkan di Sidoarjo.

Pengambilan gambar dimulai pada tanggal 25 Maret 2023, dengan rencana penayangan film pada akhir tahun 2023.

Film Di Ambang Kematian menampilkan Teuku Rifnu Wikana dan Kinaryosih, keduanya merupakan aktor terkemuka di Indonesia.

Teuku Rifnu Wikana telah memerankan peran penting dalam sejumlah film terkenal di Indonesia, termasuk Laskar Pelangi, Merah Putih, Laskar Pemimpi, Dilan 1990, dan Miracle in Cell No. 7.

Sementara Kinaryosih juga dikenal melalui perannya dalam film Danur: I Can See Ghost.

Film ini merupakan kolaborasi kelima antara Teuku Rifnu Wikana dan Kinaryosih.

Selain keduanya, Wafda Saifan, Farras Fatik, Tasyka Namya, dan Raya Adena juga turut memerankan peran dalam film ini.

Di Ambang Kematian mengambil cerita tentang pesugihan, fenomena yang akrab dengan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Link Nonton Film Mendarat Darurat Cek di Sini! Mengungkap Perselingkuhan Dibalik Kecelakaan Pesawat

Juga akan mengeksplorasi konflik dalam keluarga yang disebabkan oleh praktik pesugihan ini. Oleh karena itu, film ini menawarkan ketegangan yang unik.

Pernyataan ini langsung disampaikan oleh pemeran utama, Wafda Saifan.

Wafda menjelaskan bahwa Di Ambang Kematian akan memberikan sensasi ketegangan yang berbeda dari film horor Indonesia sebelumnya.

Film "Di Ambang Kematian" bercerita tentang Nadia, yang terperangkap dalam ancaman kematian yang menghantui keluarganya.

Ayahnya memilihnya sebagai korban dalam ritual pesugihan untuk menjauhkan bencana dari keluarganya.

Tahun 2002 menjadi awal konflik, ketika ibu Nadia menjadi tumbal pertama dalam pesugihan tersebut.

Sepuluh tahun kemudian, giliran kakak Nadia, Yoga, yang harus menerima nasib serupa.

Walaupun Yoga berusaha keras untuk menghindari nasib tragis ini, ia akhirnya harus menerima takdir yang sama dengan ibunya.

Pengalaman mengerikan mulai menimpa Nadia, termasuk pertemuannya dengan makhluk menakutkan berwujud manusia dengan ciri-ciri seram seperti kepala kambing dan mata merah terang.

Nadia mencoba mencari cara untuk mengakhiri kutukan ini dengan menyelidiki asal usul ritual pesugihan dan melawan kekuatan gelap yang menguasainya.

Baca Juga: Terlibat Cinta Segitiga Akibat Hubungan LDR, Sinopsis Film Sweet and Sour

Perjuangannya untuk memutus lingkaran kutukan ini mungkin akan membawanya ke pertempuran antara kekuatan gaib dan ketekadan manusia.

Dalam upaya mereka untuk menghentikan ritual pesugihan, Nadia dan Yoga berusaha mencegah diri mereka dari menjadi tumbal berikutnya.

Apakah akhirnya Nadia dan Yoga berhasil menghentikan ritual pesugihan sang ayah?

Ataukah mereka tidak dapat menyelamatkan nyawa mereka dan harus menjadi tumbal pesugihan?

Penasaran bagaimana kelanjutannya?

Saksikan kelanjutan cerita dalam film horor "Di Ambang Kematian" yang akan mulai diputar di bioskop Indonesia pada tanggal 28 September 2023.

Jangan sampai ketinggalan ya!***