POJOKSATU.ID, MINI series Gadis Kretek karya Kamila Andini menang Best Miniseries di Seoul International Drama Awards 2024.

Kabar itu dibagikan Kamila Andini dalam Instagramnya @kamilandini, "Selamat untuk kita semua. Gadis Kretek berhasil meraih penghargaan Best Miniseries dalam kategori International Competition Program di Seoul International Drama Awards!" tulis Kamila Andini yang dibagikan bersama suaminya Ifa Isfansyah, dikutip Pojoksatu Kamis (12/9/2024).

Bahkan serial yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Aryo Bayu itu mengungguli serial populer lainnya, seperti 3 Body Problem dari Netflix, hingga Moving.

Baca Juga: Emosi Tanggapi Pengakuan Stefan William Menikahi Ria Andrews sejak 2022, Celine Evangelista : Lu Kristen Bukan Islam, Enggak Bisa Nikah Siri

"Bangga banget mengingat Gadis Kretek bersanding dengan karya-karya terbaik lainnya seperti 3 Body Problem, Moving, The Worst of Evil dan Daily Dose of Sunshine," tambah Dini dalam unggahannya.

Tak hanya itu, Gadis Kretek juga berhasil masuk dalam kategori Best Director yaitu Kamila Andini dan Ifa Ifansyah.

Sang aktris Dian Sastrowardoyo juga masuk sebagai Best Lead Actor Female, dan Arya Saloka menjadi nominasi dalam Best Supporting Actor Male.

Baca Juga: Kisah Tragis Nia Kurnia Sari: Tak Malu Berjualan Gorengan dan Ngojek, Demi Bisa Membeli Mimpi Namun Terkubur

Serial Gadis Kretek merupakan drama yang diangkat dari novel berjudul sama ditulis oleh Ratih Kumala yang terbit pada tahun 2012 lalu. Novel itupun masuk dalam 10 besar menerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa dan telah dicetak sebanyak 10 kali.

Tayang pada 2 November 2023 di Netflix, dengan 8 episode, Gadis Kretek bercerita tentang perjuangan cinta sepasang kekasih dengan latar belakang industri kretek Indonesia di era 1960-an.

Ada perbedaan antara novel dan filmnya. Perbedaannya terletak pada latar. Latar pada novel terasa lebih luas mencakup zaman penjajahan, perjuangan kemerdekaan, pendudukan Jepang, pergolakan 1965, dan setelahnya.

Baca Juga: Sebanyak 6000 Guru Ikut Onboarding WIT 2024, Disebut Jalan HARTA KARUN, Program Ini Bikin Guru Mengubah Dirinya Sendiri, Berdaya Lalu Jadi Inspiring!

Sedangkan di film lebih fokus pada pergolakan 1965 dan setelahnya. Meskipun ada perbedaan latar,secara umum antara novel dengan filmnya justru saling melengkapi dan terciptalah gambaran lebih utuh dari kisah gadis kretek. ***