POJOKSATU.id — Bioskop Indonesia kembali bersiap menyambut film animasi terbaru berjudul Panji Tengkorak.

Film ini disutradarai oleh Daryl Wilson dan diadaptasi dari serial komik legendaris karya Hans Jaladara yang sempat meledak di era 60-an.

Yang menarik, Panji Tengkorak bukan hanya sekadar hadir sebagai tontonan animasi, melainkan sebuah karya besar dengan kualitas produksi mumpuni.

Bahkan, rumah produksi Falcon Pictures menggandeng deretan aktor papan atas untuk mengisi suara para tokohnya.

Libatkan 250 Tenaga Profesional

Dalam keterangan persnya, Selasa (12/8/2025), Daryl Wilson mengungkapkan bahwa proses pembuatan Panji Tengkorak digarap serius dengan mengerahkan tenaga besar.

Baca Juga: Kontroversi Judul Film Merah Putih: One for All Dihujani Kritik, Netizen Pertanyakan Penggunaan Bahasa Inggris

Ada sekitar 250 profesional yang terlibat dalam berbagai aspek, mulai dari penata kamera (DOP), penulisan naskah, desain properti, pencahayaan, hingga efek visual.

“Kami membangun semuanya dengan detail. Mulai dari properti, pencahayaan, cerita, hingga animasinya dikerjakan orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Total ada 250 personel yang terlibat di pembuatan Panji Tengkorak,” ujar Daryl.

Ia menambahkan, film ini bukan sekadar rilis, tapi menghadirkan kualitas utuh yang bisa memuaskan ekspektasi penonton.

“Saya yakin tidak ada yang meleset dari yang kami rencanakan,” tegasnya.

Sinopsis: Terjerat Kutukan Ilmu Hitam

Film Panji Tengkorak mengisahkan seorang pendekar bernama Panji.

Setelah berhasil membalaskan dendam atas kematian istrinya, Panji justru terjebak dalam kutukan ilmu hitam yang merasuk ke dalam jiwanya.

Putus asa, ia berniat mengakhiri hidupnya, namun selalu gagal karena kuasa ilmu gelap yang menahan langkahnya.

Dalam pengembaraannya tanpa arah, Panji bertemu dengan seorang pendekar tua.

Baca Juga: Karakter Film Animasi Merah Putih One For All Dituding Hasil Curian Milik Asing, Sutradara: Dunia Ini Luas

Dari pertemuan itu, ia diberi misi mengejar seorang bandit yang telah merebut pusaka sakti. Konon, pusaka tersebut mampu menghapus kuasa ilmu hitam yang mengikat dirinya.

Namun perjalanan itu menyeret Panji ke dalam konflik besar: perang panjang antara dua kerajaan.

Dalam dilema hidup dan kutukan, Panji harus menentukan langkah untuk menuntaskan takdirnya.

Deretan Pengisi Suara

Selain alur ceritanya yang kuat, Panji Tengkorak juga semakin menarik perhatian karena menghadirkan deretan aktor ternama tanah air sebagai pengisi suara.

Tokoh utama Panji dipercayakan kepada Denny Sumargo, sementara sosok Lembugiri dihidupkan oleh Cok Simbara.

Karakter Gantari diperankan oleh Aghniny Haque, sedangkan Tanta Ginting membawakan suara Kalawereng.

Nama besar lain yang ikut terlibat adalah Donny Damara sebagai Bramantya, Donny Alamsyah sebagai Wirabaya, serta Nurra Datau yang mengisi peran Murni.

Tak berhenti di situ, Candra Mukti didapuk sebagai Kuwuk sekaligus turut memegang peran tambahan lain.

Baca Juga: Wamenekraf Irene Umar Buka Suara soal Film Animasi Merah Putih One For All Didanai Pemerintah

Pritt Timothy memberi warna pada karakter Nagamas, sementara Revaldo juga masuk dalam jajaran pengisi suara utama.

Kehadiran para bintang papan atas ini jelas menjadi daya tarik tersendiri, sebab pengisi suara memegang peranan penting dalam menentukan kuat atau tidaknya karakter di dalam sebuah film animasi.

Jadwal Tayang

Falcon Pictures menjadwalkan Panji Tengkorak tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 28 Agustus 2025.

Menjelang penayangannya, poster resmi dan trailer yang sudah dirilis di media sosial langsung menuai beragam komentar antusias dari penggemar.

Tak sedikit yang merasa nostalgia, sebab Panji Tengkorak sudah lebih dulu dikenal lewat komiknya dan sempat diangkat ke layar lebar pada 1971.

Baca Juga: Produser Toto Soegriwo Bantah Film Animasi Merah Putih One For All Didanai Pemerintah: Fitnah Keji

Saat itu, film laga berjudul sama dibintangi oleh Deddy Sutomo dan cukup sukses di masanya.

Publik Bandingkan Merah Putih One for All

Menariknya, jadwal rilis Panji Tengkorak berdekatan dengan film animasi lain, Merah Putih One for All. Publik pun ramai membandingkan keduanya.

Daryl Wilson menyikapi hal itu dengan tenang.

Baginya, wajar ada silang pendapat, tetapi ia menegaskan kedua proyek memiliki pendekatan yang sangat berbeda.

“Wajar ada silang pendapat, apalagi jarak tayangnya berdekatan. Tapi dari proses pengerjaan, Panji Tengkorak sangat berbeda dengan Merah Putih One for All.

Film ini melibatkan tim besar dan pengerjaannya lebih dari tiga tahun,” jelasnya.

Legenda Hans Jaladara

Komik Panji Tengkorak karya Hans Jaladara merupakan salah satu karya legendaris Indonesia yang sangat populer di era 60-an.

Adaptasi animasi ini sekaligus menjadi usaha untuk memperkenalkan kembali kisah pendekar sakti tersebut kepada generasi baru.

Baca Juga: Film Animasi Rp 6,7 Miliar Merah Putih One For All Terus Disorot, 12 Film Animasi Indonesia Ini Lebih Layak Dapat Apreasiasi, Panji Tengkorak Ditunggu

Dengan dukungan teknologi modern, animasi detail, serta deretan aktor besar sebagai pengisi suara, Panji Tengkorak diharapkan bisa menjadi tonggak penting dalam perkembangan film animasi Indonesia.

 

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami: