POJOKSATU.id, PEMERINTAH Korea Selatan (Korsel) menjadi sorotan. Ini setelah, muncul kabar raibnya donasi yang disumbangkan RM BTS untuk veteran Negeri Ginseng itu.

RM BTS tahun lalu menyumbangkan 100 juta Won (sekira Rp1,3 miliar) untuk mendukung proyek veteran Korea Selatan. Hari ini, Rabu, 15 Oktober 2025, muncul laporan bahwa pemerintah tidak tahu ke mana dana donasi tersebut digunakan.

Menurut laporan Korea JoongAng Daily, Rabu, 13 Oktober 2025, agensi RM, BigHit Music, sebelumnya mengonfirmasi bahwa donasi itu disalurkan melalui Kementerian Urusan Veteran dan Patriot Korea sebagai bagian dari kampanye Uniform Worker Appreciation Campaign.

Program tersebut bertujuan untuk menghormati tentara, polisi, pemadam kebakaran, dan tenaga keamanan publik lain yang berjasa bagi negara.

Baca Juga: Tenaga Medis dan Paramedis Dapat 5 SKP, Webinar Strategi Penanganan Kritis dan Perawatan Lanjut Pasien Tumor Otak,

Donasi yang disalurkan pada ulang tahun RM ke-30 itu merupakan bagian dari proyek Everyone’s Veterans Dream Project, yang dirancang untuk memberi penghargaan kepada para pekerja berseragam dan keluarga mereka, termasuk yang kehilangan anggota keluarga dalam tugas negara.

Dalam pernyataannya saat itu, RM menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pejuang dan penggemar yang mendukung langkahnya.

“Saya semakin menyadari pengabdian banyak orang untuk negara kita. Saya berharap kontribusi ini dapat memberikan sedikit bantuan bagi para pahlawan yang berjuang untuk perdamaian,” ujar RM.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada ARMY yang selalu memberi saya cinta dan dukungan," ungkapnya.

Baca Juga: Kebakaran Bangunan Dua Lantai di Pademangan, Tewaskan Ibu Hamil dan Anak-anaknya

Namun, laporan terbaru dari sejumlah media Korea mengungkapkan hal mengejutkan, Kementerian tersebut tidak dapat memverifikasi penggunaan donasi RM.

Kementerian Urusan Veteran dan Patriot Korea mengakui bahwa donasi pribadi seperti milik RM dimasukkan ke dalam satu rekening umum bernama National Conference for Unification Support Account.

Dana di rekening tersebut digabung dengan donasi lain tanpa pemisahan khusus.

Sistem ini membuat donasi tidak dapat dilacak penggunaannya secara spesifik, bahkan jika donatur seperti RM memiliki tujuan tertentu, seperti membantu veteran misi khusus atau prajurit purna tugas.

Akibatnya, kemungkinan besar donasi RM tidak tersalurkan sesuai niat awalnya.

Baca Juga: MASUK PROLEGNAS, Baleg DPR RI Sebut Ada Peluang PPPK JADI PNS, ASN Jangan Terbelah, Revisi UU ASN Dikaji dari Berbagai Aspek

Gegara hal ini, ARMY-fans BTS, merespon kabar ini dengan kekecewaan besar terhadap pemerintah Korsel.

Banyak yang menilai kurangnya transparansi tersebut mencoreng citra lembaga pemerintah yang seharusnya menjaga kesejahteraan para veteran.

Sementara itu, di tengah kehebohan donasi yang diduga raib itu, RM kembali menunjukkan kepedulian sosialnya. Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-31, 12 September lalu, RM menyumbangkan kembali total 200 juta Won.

RM memberikan masing-masing 100 juta won kepada Asan Medical Center di Seoul dan Korea University Medical Center sebagai dana pengembangan rumah sakit.

Baca Juga: Dibuka 23 Oktober 2025, Simak Syarat Pendaftaran 'MoRA The Air Fund' Program Riset Kolaboratif LPDP dan Kemenag

Asan Medical Center berencana memanfaatkan donasi tersebut untuk membantu biaya pengobatan dan operasi pasien dari kalangan ekonomi lemah.

Sementara Korea University Medical Center akan menggunakan bantuan RM untuk meningkatkan fasilitas medis dan memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Saya ingin berpartisipasi dalam sesuatu yang bermakna di hari ulang tahun saya. Saya berharap donasi ini bisa sedikit membantu pasien yang kesulitan ekonomi tetapi membutuhkan perawatan," jelasnya.

Baca Juga: MASUK PROLEGNAS, Baleg DPR RI Sebut Ada Peluang PPPK JADI PNS, ASN Jangan Terbelah, Revisi UU ASN Dikaji dari Berbagai Aspek

Kim Namjoon-nama lengkap RM dan member BTS dikenal dengan sikap dermawan dan rutin memberikan donasi. Sedangkan, grup BTS dikabarkan tengah menyiapkan kegiatan comeback secara penuh pada musim semi tahun 2026. ***